Kemenag Bekali Guru Madrasah Teknik Penyusunan Soal

Sidoarjo (Kemenag) — Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membekali guru madrasah tentang teknik penyusunan soal. Kegiatan ini merupakan ikhtiyar Direktorat GTK Madrasah dalam mengembangkan kapasitas diri guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.

Kasubdit Bina GTK MI dan MTs, Kidup Supriyadi, menuturkan bahwa salah satu sasaran peningkatan kapastias guru adalah pembekalan teknik penyusunan soal yang baik dan benar.  “Jangan sampai terjadi malpraktek soal pada siswa,” ujar Kidup saat menjadi narasumber Workshop Pengembangan Kapasitas Diri Guru Dan Tenaga Kependidikan Madrasah di Sidoarjo, Sabtu (14/07).

Menurut Kidup, malpraktek yang dimaksud adalah soal yang tidak memenuhi standar valid, reliabel, fair, transparan dan autentik. Menurutnya, malpraktek juga bisa terjadi dalam dalam pemilihan kata yang tidak tepat dan tidak sesuai logika.

“Dalam soal isian, contohnya, sebutkan lima sila Pancasila. Harusnya tuliskan, bukan sebutkan. Kalau kata sebutkan seharusnya untuk tes lisan,” jelas Kidup.

Kidup juga menambahkan bahwa soal yang disusun hendaknya dari level mudah, sedang sampai level sukar. “Tidak diacak. Sebab ketika anak menemukan soal pertama langsung sulit akan mengganggu mental anak dan tidak maksimal dalam mengerjakan soal,” lanjutnya.

Kasubag TU GTK Madrasah Sidik Sisdiyanto mengatakan, workshop Pengembangan Kapasitas Diri Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah berlangsung selama tiga hari, 13-15 Juli 2018. Kegiatan ini, lanjut Sidik, diikuti 50 guru madrasah perwakilan se Indonesia.

“Peserta tidak hanya mendapatkan uraian materi, tetapi para peserta juga diajak untuk praktek penyusunan soal yang baik dan benar,” imbuh Sidik.

Sumber : kemenag.go.id