Kemenag dan Pemkab Lombok Utara Jajaki Kerjasama Pendidikan Dengan IKIM Malaysia

, ,

Malaysia (Kemenag) — Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjajaki kerjasama dalam pengembangan pendidikan madrasah dengan Institut Kemahiran Industri Melaka  (IKIM) Malaysia. Hal itu terungkap dalam kunjungan Direktur GTK Madrasah Suyitno bersama Pemkab Lombok ke IKIM Malaysia.

Menurut Suyitno, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Direktorat GTK Madrasah dengan Pemkab Lombok Utara, NTB yang sudah ditandatangani pada 31 Januari 2018. “Kerjasama ini difokuskan pada pengiriman alumni Madrasah Aliyah dan short course bagi guru madrasah untuk penguatan di bidang industri,” tutur Suyitno di Malaysia, Rabu (23/05).

Menurut Suyitno, kerjasama mencakup pengembangan kompetensi guru madrasah. Kemitraan akan dimulai dengan pelatihan guru madrasah oleh IKIM Malaysia. Pelatihan ini sekaligus  menjadi sarana transfer of knowledge and transfer of technology.

“Alhamdulilah usulan disambut baik oleh CEO IKIM. Mereka menyanggupi untuk memberikan pelatihan pada 50 guru madrasah tanpa dikenakan kewajiban tuition fee,” ujar Suyitno.

CEO IKIM Datuk Regu mengatakan, IKIM berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja Malaysi. Kampus ini berlokasi di areal yang menyatu dengan 11.000 pabrik dalam satu Kawasan industri. IKIM sudah menjalin sinergi dengan 21 perusahaan.

“Pola perkuliahan memiliki keunggulan dengan 30% teori dan 70% praktek langsung di Industri sesuai dengan jurusan yang dipilih mahasiswa,” jelas Datuk Regu.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, antusias dengan rencana kerjasama ini. Pihaknya akan melakukan perencanaan lebih teknis terhadap dua pendekatan yang ditawarkan IKIM. Pendekatan pertama, kuliah dengan sistem full time di mana persiapan calon mahasiswa dilakukan di IKIM selama 1 semester,  selanjutnya semester kedua baru praktek di industri. Pada pendekatan ini, selama semester pertama, siswa belum mendapatkan allowance sehingga biaya menjadi beban yang harus ditanggung mahasiswa.

Pendekatan kedua, persiapan dilakukan di Lombok Utara. Guru-guru akan dilatih melalui kerjasama IKIM bersama Direktorat GTK Madrasah. “Selanjutnya kami akan menyiapkan calon mahasiswa di madrasah, pesantren, dan juga SMK setempat,” ujar Nazmul.

Selain Direktur GTK dan Bupati Lombok Utara, dalam pertemuan tersebut hadir juga Kasubdit MA/MAK Kastolan, Kasubag TU GTK Madrasah Sidik Sisdiyanto dan Konsultan PPKB Abdul Munir, serta jajaran Pemkab Lombok Utara.

sumber: kemenag.go.id