Sinergi Kemenag, Kemendikbud, LP Ma’arif dan INOVASI Tingkatkan Kualitas Pendidikan

,

Surabaya –  Kementerian Agama melalui Direktorat GTK Madrasah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, LP Ma’arif dan INOVASI (Inovation for Indonesia’s School Children Australisa Indonesia Partnership) meresmikan jalinan kerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dalam bidang literasi, numerasi dan pendidikan inklusi. Acara ini di helat di Surabaya. Sabtu (25/5/2019).

Direktur GTK Madrasah, Suyitno mengatakan kerjasama ini merupakan inisiatif dan kepedulian bersama terhadap kualitas pendidikan di Indonesia khususnya melalui integrasi modul literasi, numerasi dan inklusi ke dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB).

Inisiatif menjalin kerjasama dengan INOVASI dikarenakan sebelumnya programnya masih menyasar sekolah umum dan belum menyentuh madrasah. “kita dorong agar INOVASI juga memberikan perhatian lebih ke madrasah” ungkap Suyitno.  

Guru Besar UIN Palembang ini juga menjelaskan untuk membuka jalan kerjasama ini, sebelumnya ia berkunjung ke kantor INOVASI dan mendapatkan respon positif dari INOVASI yang melakukan kunjunangan balasan ke Kementerian Agama pada 8 Mei 2019.    

Ketua PP LP Ma’arif NU, Zainal Arifin Junaidi mengungkapkan kesiapannya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif di berbagai daerah. “Kami siap bekerja sama dengan INOVASI melalui kemitraan dengan madrasah di Jawa Timur,” katanya, Sabtu (25/5). 

Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud menjelaskan, sekolah yang ingin berkembang tidak perlu lagi terjebak dalam standar mutu yang telah ditetapkan. 

“Sekolah dan guru yang mau maju, kuncinya harus  berani berinovasi dan learning outcome yang bagus, berani out of the box dan berani berubah. Abaikan dulu fasilitas yang kurang memadai. Yang penting punya motivasi untuk lebih baik,” ungkap Totok. 

Direktur Program INOVASI, Mark Heyward mengungkapkan bahwa program INOVASI memberikan kesempatan bermitra kepada LP Ma’arif NU sebagai upaya ikut berperan dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah yang ada. 

“INOVASI bertujuan menemukan berbagai praktik baik atau cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa Indonesia. Dan kemitraan ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan Islam di bawah naungan organisasi LP Ma’arif NU,” terangnya.

Michelle Lowe, Counsellor for Governance and Human Development dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, menyambut positif kerjasama ini. “Melalui kemitraan antara Inovasi dan LP Ma’arif NU, menciptakan program rintisan baru dalam rangka meningkatkan hasil literasi kelas awal di 30 madrasah di 3 kabupaten yakni Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Pasuruan,” jelasnya. 

Dalam pandangannya, ini sebagai kesempatan menarik. “Yakni untuk mendukung upaya lokal dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam khususnya di Jawa Timur, dan sekolah-sekolah LP Ma’arif NU,” ungkapnya.

Tahun ini Pengurus Pusat LP Ma’arif NU dalam kemitraannya dengan INOVASI telah melaksanakan program rintisan peningkatan kemampuan literasi kelas awal di 30 Madrasah Ibtidaiyah di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Pasuruan. 

Kegiatan ini melibatkan langsung unsur guru, siswa, kepala sekolah dan komite sekolah. Program rintisan ini berupaya untuk mengatasi tantangan pembelajaran termasuk tentang pemahaman guru terkait literasi dan pembelajaran kelas awal; keterampilan guru mengelola kelas; variasi penggunaan media; serta terkait peningkatan hasil belajar literasi siswa. sumber