Empat Nilai Utama Kompetisi

Manusia merupakan makhluk unik yang tidak lepas dari kompetisi dalam menjalani hidupnya, dunia ini tidak akan seramai sekarang bila tidak ada kompetisi. Dari manusia yang muda hingga tua sekalipun mereka akan terus menjalani hidupnya dengan kompetisi. Allah Swt. Telah memberikan musuh dalam kehidupan manusia yang kita kenal bersama dengan sebutan iblis atau setan yang selamanya membuat manusia tersesat dalam kesesatan yang nyata, kompetisi antara perbuatan baik dan buruk akan berlangsung sampai hari kiamat.

Marilah kita sambut Kompetisi Sains madrasah (KSM) tahun 2019 ini dengan penuh suka cita. Mengapa demikian? Karena ini adalah hajat besar bagi para pendidik di lingkungan madrasah dan para siswa untuk membuktikan kemampuannya dalam berbagai keahlian yang diampunya. Hajatan besar ini akan sukses bilamana memperhatikan etika dan norma yang terkandung di dalamnya.

Tujuan diadakannya sebuah kompetisi tiada lain adalah untuk mendidik peserta didik agar memiliki karakter pejuang, hingga dikemudian hari mampu bersaing dengan bangsa lain. Untuk mempertahankan keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berkembangnya minat dan bakat di bidang sains sehingga dapat berkreasi dan mencintai sains. Siswa madrasah memilili motivasi untuk selalu meningkatkan kompetensi intelektual, emosional dan spiritual, berdasarkan nilai-nilai agama, sehingga menjadi yang terbaik dibidangnya. Berkembangnya budaya yang kompetitif yang sehat dikalangan siswa madrasah. Terjaringnya bibit unggul dan berprestasi sebagai calon peserta ajang kompetisi tingkat internasional. Menghasilkan siswa-siswi terbaik disetiap bidang dan menjadi sumber daya manusia yang mencintai bidang keilmuannya.

Dari tujuan di atas diharapkan muncul sebuah karakter positif yang tertanam pada para peserta didik. Sehingga dapat memunculkan generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi era globalisasi.

Nilai yang dimaksud diantaranya :

  1. Integritas (kejujuran)

Kejujuran adalah modal kehidupan seorang manusia, kita masih berharap sebuah kompetisi dapat memunculkan sifat jujur meskipun secara emosional rasa lelah menuntut kita untuk menang dengan berbagai cara, namun ingat hidup manusia tidaklah lama semua perbuatan buruk ada hisabnya. Semoga kompetisi yang bersih dari kelicikan dan kemunafikan, dapat melahirkan generasi yang tidak putus asa, berintegritas, dan yang dapat mengharumkan agama serta bangsanya.

  1. Adil

Tetaplah junjung tinggi nilai-nilai keadilan, bila kita merasa makhluk yang berakal. Saat kita menjadi seorang juri, wasit atau pelatih, keimanan kita diuji, sejauhmana nilai keadilan dapat ditegakkan. Janganlah ciptakan dendam kesumat akibat juri yang berat sebelah, janganlah timbulkan perselisihan akibat juri yang lemah aqidah dan akal. Mari kita junjung nilai keadilan yang di negeri ini agar bangsa kita di ridoi Allah Swt. dan terhindar dari azab-Nya.

  1. Keberanian

Kompetisi merupakan ajang pembajaan mentalitas peserta didik dan penanaman rasa percaya sejak usia dini. Sehingga keberanian ini berbuah positif, walau tak sedikit anak-anak hari ini yang berani kurang ajar pada orang tuanya, berani berbuat maksiat dengan dipertontonkan pada khalayak ramai. Cara menyalurkan keberanian mereka tentu salah kaprah, semoga kompetisi yang berlangsung jujur dan adil ini menghasilkan generasi penerus bangsa yang berani berkompetisi dengan elegan dan memahami kaidah-kaidah yang harus dijunjung tinggi olehnya.

  1. Lapang Dada

Setiap kompetisi harus ada yang menang maupun yang kalah. Bilamana kita dipihak yang kalah seyogyanya dapat menerima dengan hati yang lapang dada, sehingga tujuan dari kompetisi ini dapat tercapai. Bilamana kita dipihak yang menang jauhkan sifat pongah dan sombong sehingga tidak menyinggung perasaan pihak yang kalah. Karena setiap kemenangan bukan hanya peranan kita semata namun semua karena “biiznillah”. Ketetapan Allah Swt. yang senantiasa mengiringi langkah hidup kita.

“Jangan ada dusta diantara kita!”

Kita sering mendengar kalimat tersebut. Kalimat tersebut merupakan solusi bangsa hari ini untuk diberbagai bidang. Jangan kesampingkan harta, tenaga dan waktu yang dialokasikan para peserta dalam sebuah kompetisi. Jangan cedrai pembimbing dan peserta yang bekerja keras untuk menjadi juara dalam sebuah kompetisi, mari kita hargai setiap pengorbanan mereka dan ingatlah sumpah yang terucap, setiap tindakan pasti ada balasannya.

Ditulis Oleh: Ruslan Zaenudin, S.Pd.I (Guru MIN 3 Pangandaran Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran)