Tahun Pelajaran Benar atau Salah Kaprah?

Pekan ini madrasah sedang sibuk-sibuknya menyiapkan berkas akreditasi. Semua guru diminta mengumpulkan berkas administrasi dua tahun pelajaran terakhir. Namun ada beberapa penulisan frasa yang saya rasa kurang pas di telinga.  Setiap kali melihat dan membaca atau bahkan mendengar frasa “tahun pelajaran” pikiran saya selalu penasaran ingin sekali membuka KBBI.

Kita ketahui bahwa di kampus-kampus mungkin sudah tidak asing dan tidak masalah dengan frasa “tahun akademik” dan “kalender akademik”. Namun mendengar frasa “tahun pelajaran”–biasa disingkat TP– pikiran saya menjadi gatal. Apa sih bedanya “pelajaran”, “ajaran”, “ajar”?  Bukankah dahulu sudah menggunakan “tahun ajaran” bukan “tahun pelajaran”? Mengapa sekarang berubah kembali?

Saya pernah menanyakan kepada teman guru bidang kurikulum sewaktu mengajar di sekolah swasta. “Bu, kenapa pakai tahun pelajaran bukan pakai tahun ajaran atau tahun ajar saja?” Kemudian ibu itu menjawab, “Sudah dari dinasnya, Pak. Kata dinas yang benar tahun pelajaran.”

Nah kalau sudah bawa-bawa dinas memang agak repot. Dinas itu mahasegalanya. Sudah dianggap benar dan sah. Padahal jika dikaji berdasarkan kitab bahasa–KBBI–yang kita punya bisa saja kita menyanggahnya. Misalnya saja dalam KBBI kata pelajaran memiliki arti 1 yang dipelajari atau diajarkan; 2 latihan. Karena pelajaran itu berarti kata benda yang nyata. Tidak seperti kata “akademik” yang berarti kata sifat.

Contoh dalam beberapa frasa seperti: 1) jam pelajaran: waktu yang tertentu lamanya untuk memberikan pelajaran; 2) mata pelajaran: pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan.

Dalam KBBI kata ajar memiliki arti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut); berguru kepalang — , bagai bunga kembang tak jadi, pb ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah. Sedangkan ajaran berarti segala sesuatu yang diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk: ia senantiasa memegang teguh ~ orang tuanya;paham: ~ terlarang.

Sehingga menurut saya mungkin yang lebih tepat menggunakan frasa tahun ajaran atau tahun ajar saja. Arti dari tahun ajaran atau tahun ajar adalah: tingkatan masa siswa belajar; masa belajar dalam tahun tertentu.

Baik tahun pelajaran, tahun ajaran, tahun ajar ketiganya benar dan pernah dipakai dalam dunia pendidikan kita. Hanya saja kita mencari yang paling sesuai dengan kaidah bahasa. Sebenarnya ada frasa yang bisa juga digunakan sebagai pengganti frasa “tahun pelajaran” yakni “tahun pengakaran”. Menurut KBBI pengajaran memiliki arti 1 proses, cara, perbuatan mengajar atau mengajarkan; 2 perihal mengajar; segala sesuatu mengenai mengajar: ~ sejarah nasional sangat diutamakan; 3 peringatan.

Namun kritis juga perlu dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa. Baik dalam arti sesuai situasi penggunaan dan benar dalam arti sesuai kaidah kebahasaan. Bahasa yang baik dan benar itu tidak jauh berbeda dari apa yang dikatakan baku. Kebakuan sebuah bahasa sudah menunjukkan masalah ‘benar’ kata itu.  Sedangkan masalah ‘baik’ tentu tidak sampai pada sifat kebakuan suatu kalimat, tetapi sifat efektifnya suatu kalimat.

Saya rasa tidak ada pekerjaan yang sia-sia daripada menyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia. Entah alasannya apa tahun ajaran kemudian berubah menjadi tahun pelajaran. “Saya kurang tahu”, begitu kata orang pintar ketika dimintai jawaban.

oleh : Zaki Fahrizal (Guru MTs. Negeri 4 Tangerang)