MGMP Kota Sabang Aktif Lakukan Pembinaan

,

Sabang – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru guru Madrasah di wilayah kerja kota Sabang, sejumlah guru yang tergabung dalam kelompok MGMP mengadakan workshop peningkatan kompetensi guru madrasah dan kepala madrasah dalam hal Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan penilaian kinerja Berkelanjutan (PKB) peserta terdiri dari guru guru madrasah dan kepala madrasah bertempat di Komplek Aula Madrasah terpadu (Madu) Sabang  dengan jumlah peserta 60 orang. Sabtu (20/10/2018)

Acara ini dibuka oleh Kabid Pendidikan madrasah kanwil Kemenag Aceh, Muntasyir yang didampingi oleh Kasi Pendidikan madrasah Provinsi Aceh, Zulkifli dan Kasi Pendidikan Madrasah kota Sabang Munawar.

Dalam sambutannya, Muntasyir menyampaikan tiga hal:

  1. Guru Madrasah adalah tumpuan masyarakat melenial yang harus siap dalam mendidik dan membimbing baik di dalam maupun diluar madrasah.
  2. Guru adalah tenaga pendidik Profesional yang mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sebagaimana amanat undang-undang no. 14 thn 2005 Tentang guru dan dosen.
  3. Kita memiliki moto baru yaitu: ” Guru Hebat, Madrasah Hebat dan Bermartabat”.

Menyikapi perkembangan generasi millennial, Muntasyir juga menekankan agar guru memiliki literasi digital yang baik dan mampu mengimbangi perkembangan anak didik.

“anak-anak sudah melek digital, guru juga harus menguasai digital” Kata  Muntasyir.

Ia juga mengutip lima kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru berdasarkan pada deklarasi PBB, yaitu memiliki keterampilan literasi, kritis, memecahkan masalah dengan cepat, mampu berkomunikasi dengan baik dan melakukan kerjasama.

Kasi Pendidikan Madrasah, Zulkifli juga menyampaikan pada peserta bahwa ada empat komponen dalam penilaian kinerja guru yaitu Kepala Madarasah, Siswa, Wali siswa, dan sesama guru. Serta mempertimbangkan pula absesnsi kehadiran.

“Berarti penilaian kinerja guru betul betul komprehensif. Oleh sebab itu kepada kita semua bekerjalah dengan ikhlas dan penuh semangat. Insyaallah guru guru madrasah pasti hebat” kata Zulkifli yang langsung disambut tepuk tangan oleh para peserta.

Salah satu peserta Hasbi, dalam penyampaian pesan dan kesan mengakui sangat senang dengan kegiatan ini karena dapat menambah wawasan baru ilmu pengetahuan baru sehingga akan mengusulkan kembali pangkatnya yang sudah lama terhenti.

Kanwil Kemenag Aceh Terapkan Aplikasi UKG Berbasis Android

,

Banda Aceh – Kanwil Kemenag Provinsi Aceh melalukan pemeteaan kompetensi guru melalui penerapan Uji Kompetensi Guru (UKG) lewat aplikasi berbasis android.

Hal ini disampaikan oleh Zulkifli selaku Kasi Pendidikan Madrasah Provinsi Aceh pada saat melakukan sosialisasi penerapan UKG berbasis aplikasi android di MAN 3 Kota Banda Aceh. Kamis, (18/10/2018).

“Kami mencoba setiap tahun itu ada inovasi, yg tujuannya adalah adanya perubahan bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk tahun ini kami mulai UKG berbasis aplikasi dan akan diterapkan secara menyeluruh tahun 2019.” Kata Zulkifli.

Menurut Zul, penggunaan UKG berbasis aplikasi memudahkan pemetaan dan pendataan guru untuk menunjang RPJMDaerah Provinsi Aceh.

“Kita jadi lebih, mana guru yang kualifikasinya A, B, C. Siapa guru yang memang membutuhkan diklat, atau program lain. Intinya programnya akan lebih tepat sasaran”. Ujar Zul.

Bulqiyah selaku pengelola aplikasi mengatakan bahwa pengguaan aplikasi UKG bukan untuk menghukum guru. Ia menganalogikan UKG ini sebagai cermin agar bisa menilai kompetensi diri.

“Rencananya UKG ini dilakukan 6 bulan sekali, dan ketika sudah mengerjakan soal, seketika pula diketahui nilainya.” kata Bulqiyah.

Ke depan, Zulkifli juga mengajakan akan mengembangkan sistem olimpiade terintegrasi yang diperuntukan bagi guru madrasah. Hasil dari olimpiade terintegrasi ini bisa digunakan sebagai acuan penunjukan pendamping tim olimiade yang akan dikirim ke Kompetisi Sains Madrasah. (ASR)

18 Guru Madrasah Berhasil Lolos ke Grand Final Anugerah Konstitusi

,

Jakarta – Kementerian Agama umumkan 18 nama yang berhasil lolos menuju tahap grand final Anugerah Konstitusi yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi. Kegiatan Anugerah Konstitusi diperuntukan bagi guru sekolah dan guru madrasah yang memiliki dedikasi tinggi dalam menanamkan nilai-nilai pancasila dan konstitusi pada anak didiknya.

Berikut nama-nama yang berhasil lolos ke grand final Anugerah Konstitusi:

Kategori Guru Madrasah Ibtidaiyah

1 Alpirudiwan / MIN 3 Kota Padang Sumatera Barat
2 Rokhman / MIN 4 Jakarta Selatan DKI Jakarta
3 Khasbi Istanto / MI Ma’arif NU 02 Tangkisan Jawa Tengah
4 Etik Fadhillah Ihsanti / MI Ma’arif Sangon Yogyakarta
5 Kaldah / MI Cokroaminoto 2 Badamita Jawa Tengah
6 Abd. Azis Tatapangarsa / MI Miftahul Abror Jawa Timur

Kategori Guru Madrasah Tsanawiyah
1 Hartoyo Mugiraharjo / MTsN 1 Yogyakarta DI. Yogyakarta
2 Muhammad Yakub Asis / MTs Al-Falah Arungkeke Sulawesi Selatan
3 Anna Tri Rusmiati / MTsN 1 Kota Malang Jawa Timur
4 Sri Aslam / MTs 2 Bukit Tinggi Sumatera Barat
5 Sugeng Riyanto / MTsN 2 Wonogiri Jawa Tengah
6 Hermansyah / MTs Negeri 2 Lombok Barat Nusa Tenggara Barat

Kategori Guru Madrasah Aliyah
1 Baik Nursukyalaili / MAN 1 Mataram Nusa Tenggara Barat
2 Barlian / MAN 3 Barabai Kalimantan Selatan
3 Mulayana Nur / MAN 1 Kota Tasikmalaya Jawa Barat
4 Nurokhmah / MAN 3 Bantul DI. Yogyakarta
5 Saddiah. T / MAN Pangkajene Kepulauan Sulawesi Selatan
6 Saheb / MAN 2 Kota Malang Jawa timur

Wakili Menag, Direktur GTK Madrasah Hadiri Anugerah Pendidikan Indonesia 2018

, ,

Jakarta – Direktur GTK Madrasah, Suyitno menghadiri acara pemberian Anugerah Pendidikan Indonesia 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC) Jakarta 28 September 2018.

Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) turut dihadiri oleh Mendikbud, Muhadjir Effendy, Dirjen GTK Kemendikbud, Supriano dan Direktur GTK Madrasah yang mewakili menteri agama.

merujuk pada situs resmi IGI (igi.or.id) Ada 2 Gubernur, 3 Walikota, 20 Bupati, 15 Birokrat, 9 Legislator, 20 Profesional, Enterpreneur dan Tokoh Masyarakat yang menerima Anugerah Guru Indonesia 2018. berikut daftar penerima API 2018 :

Gubernur Lampung : Muhammad Ridho Ficardo, S.Pi, Msi
Gubernur SulSel : Prof. Dr. Ir. H. Muh. Nurdin Abdullah, M.Agr (Diwakili Kadisdik Sulsel)

Walikota Jayapura : Dr. Benhur Tomi Mano, MM.
Walikota Parepare : Dr. H. M. Taufan Pawe, SH., MH.
Walikota Makassar : Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto

Bupati Kab. Banggai : Ir. H. Herwin Yatim, MM.
Bupati Kolaka Utara : Drs. H. Nur Rahman Umar, MH.
Bupati Barito Timur : Ampera A.Y Mebas, SE., MM.
Bupati Tana Tidung : Dr. H. Undunsyah, MH., M.Si.
Bupati Barito Selatan : H. Eddy Raya Samsuri, ST.
Bupati Way Kanan Lampung : Raden Adipati Surya, SH., MH.
Bupati Aceh Besar : Ir. Mawardi Ali
Bupati Luwu Utara : Hj. Indah Putri Indriani, S.I.P., M.Si.
Wakil Bupati Indragiri Hilir Provinsi Riau : H. Samsudin Uti
Bupati Parigi Moutong : H. Samsurizal Tombolotutu
Bupati Takalar : H. Syamsari Kitta, S.Pt., MM.
Bupati Kabupaten Sigi : Mohamad Irwan, S.Sos., M.Si.
Bupati Aceh Jaya : Drs. H. T. Irfan TB
Bupati Sumedang : H. Doni Ahmad Munir, ST., M.Si.
Bupati Donggala : Drs. Kasman Lassa, SH.
Bupati Barru : Ir. H. Suardi Saleh, M.Si.
Bupati Minahasa Selatan : Dr. HC. Christiany Eugenia Paruntu, S.E.
Bupati Fakfak Papua Barat : Drs. Mohammad Uswanas, M.Si.
Wakil Bupati Bandung Barat : Hengki Kurniawan

Anggota DPR RI : Dr. H. Rahmat Nasution Hamka, SH., M.Si.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara : Herman, S.Pi.
Ketua Komisi I, DPRD Kota Denpasar : I Ketut Sutja Kuma RA, ST.
Anggota DPRD Provinsi Riau : Ir. H. Mansyur HS, MM.
Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan : A. M. Irwan Patawari
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan : Andi Muhammad Irfan AB
Ketua Komisi D DPRD Provinsi Maluku : Saadiah Uluputty, ST.
Anggota DPRD Kab. Maluku Tengah : Irawadi, SH.
Anggota DPRD Provinsi Maluku : Ridwan Ellys, S.Pd.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau : H. Tamri, MM.
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sidenreng Rappang : Nurkanaah, SH., M.Si.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung : Jafar Siddik., SE.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan : Dr. Manat Simanjuntak, M.Pd.
Kasie Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan : Sri Hartati, S.Sos., MM.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Seram Bagian Timur : Sidik Rumalowak, S.Pd., M.MP.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang : Yustinus J. S.Pd., M.AP.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli : Rudy Bantilan, S.Sos., M.Si.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong : Adrudin Nur, S.Pd., M.Si.
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Indragiri Hilir Prov. Riau : Drs. H. Rudiansyah, M.Si.
Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Selatan Birokrat Provinsi Besar : H. Irman Yasin Limpo
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang : Drs. Sonson Mukhamad Nurikhsan, M.Si.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Timur : Hardi Musa, S.Pd., MA.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual : Muhammad Zein Renhoat, S.Pd.I.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar : Dr. H. Hasbi, M.Pd.

Kadis Pendidikan Minahasa Selatan : Dr. Fietber S. Raco, S.Pd., M.Si.
Kasi Kurikulum Disdikpora Kota Denpasar : Ni Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd.

Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan Kompetensi Aparatur : Hj. Indotang, S.Sos.

Kepala Pusat Jaminan Mutu Universitas Pendidikan Ganesha : Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung, M.Pd.
Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk : Dr. Farid Haluti, S.Ag., M.Pd.
Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua: Dr. H. Idrus Al Hamid, S.Ag., M.Si.

Lembaga Psikologi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Media : Nurul Indah Susanti, M.Si., Psi.

Owner dan pengajar, Sanggar Seni Pakapur : S Purwanto
Sekretaris Kabupaten Parigi Moutong : H. Ardi, S.Pd., M.M.

Politisi : Hambali L. Tanara, AnEka., M.AP.
Direktur LPK Eltibiz: Rizky Mahendra Nihin, M.M

Wakil Ketua VII Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh : Ir. H. Azhar Abdurrahman
Komisaris PT. Paragon Technology and Innovation ( Wardah Kosmetik) : Subakat Hadi
Ketua Dewan Pembina Yayasan Sembilan Putra Manunggal Karsa : H. Raden Budhi Sugiharto Entrepreneur : Wisnu Wahyudin Pettalolo, SE., MM.
Profesional : Dr. Heri Wahyudi, S.Sos, M.Si
Entrepreneur : Indra Kharismaji
Tokoh Pemerhati Pendidikan Pendidikan : H. Kosam Erawan

 

sumber: igi.or.id

Kemenag Bekali Guru Madrasah Terdampak Gempa, Metode Trauma Healing

,

Lombok (Kemenag) — Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah mengadakan pelatihan metode trauma healing bagi guru madrasah yang terkena dampak gempa lombok. Kegiatan ini berlangsung tiga hari,  11 – 13 September 2018 di Lombok.

Direktur GTK Madrasah, Suyitno menyampaikan peran penting direktoratnya yang khusus menangani SDM madrasah. “Peran GTK (direktorat) gimana memberikan pembekalan pada guru-guru,” kata Suyitno.

Pembekalan yang dimaksud Guru Besar UIN Palembang ini adalah metode trauma healing yang bisa diberikan pada anak didik.

“Tentu agak naif apabila guru tidak mendapatkan pembekalan, padahal yang berdampingan langsung dengan anak-anak, walaupun peran para relawan juga penting,” jelas Suyitno.

Suyitno juga menyampaikan bahwa Kemenag akan membantu guru-guru melalui bantuan pemberdayaan KKG dan MGMP yang ada di Lombok.

Trauma Healing ini menghadirkan Guru BK (Bimbingan-Konseling) MAN 2 Bandung Siti Kulsum,S.Psi. Kepada peserta,  Siti Kulsum mengajari metode Expresive Art Theraphy untuk melakukan trauma healing bagi guru madrasah pasca gempa di lombok. Metode tersebut menggunakan media sederhana yang terdapat di alam sekitar seperti batu, pasir, daun, ranting dan lain sebagainya.

 

Menurut salah satu peserta, Moh. Nurul Wathani dari Kabupaten Lombok Utara metode yang diberikan sangat menarik dan tepat untuk proses pembelajaran.

“Kalau anak-anak, bosan juga kalau cuma nyanyi-nyanyi saja. Mudah-mudahan materi ini bisa dipakai,” kata Nurul.

Hal senada disampaikan Ati Astuti dari Lombok Tengah yang sehari-hari masih tidur di tenda. “Sangat bermanfaat, nanti kita terapkan ke anak-anak,” kata Ati.

Ati juga menceritakan anak-anak juga masih trauma. Bahkan kalau ada anak yang menggoyang-goyangkan jendela, ada di antara mereka yang langsung kabur keluar kelas.

Kegiatan trauma healing ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri dari guru dan pengawas madrasah yang tekena dampak gempa. (FK)

Direktur GTK Madrasah Tinjau Proses Belajar Mengajar di Tenda Darurat NTB

,

Lombok (Kemenag) — Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Suyitno meninjau proses belajar mengajar di ruang kelas darurat MTs N 1 Mataram, Rabu (12/9).

Kegiatan belajar mengajar MTs N 1 Mataram dilakukan di tenda-tenda darurat dan sebagian di mushala.

Suyitno juga ikut menyampaikan materi IPA kelas VIII tentang gaya di tenda darurat. Hal ini disambut antusias oleh para siswa.

“Luar biasa, di tengah-tengah kita yang sedang terkena musibah, kita tetap belajar seperti biasa.” kata Suyitno di ruang kelas tenda darurat hasil bantuan dari Kementerian Agama.

Guru Besar UIN Palembang ini juga mengapresiasi semangat segenap unsur madrasah yang tetap gigih melaksakan kegiatan belajar mengajar di tengah musibah gempa yang menimpa lombok.

“Ini menandakan madrasah tetap hebat, madrasah tetap tangguh termasuk gurunya juga tetap hebat,” sebut Suyitno.

Di akhir kesempatan, ia juga berpesan dan memberikan motivasi pada para siswa untuk tetap konsisten dan belajar maksimal. “anak-anak harus tetap konsisten, tetap belajar maksimal,” katanya di hadapan siswa kelas VIII.

Menurut Wakil Kepala Madrasah MTs N 1 Mataram, Mohammad Rifai siswa sempat mengalami trauma akibat gempa yang terjadi. “Baru beberapa hari setelah gempa, anak-anak ada yang trauma. Semua pembelajaran dilakukan di tenda dan mushola,” kata Rifai.

Rifai berharap kegiatan belajar mengajar bisa kembali seperti sedia kala. “Harapannya pembelajaran kembali normal, dari total 26 ruang kelas ada 10 kelas yang terdampak serius,” pungkasnya

Direktorat GTK Madrasah Lepas Keberangkatan Alumni Madrasah ke IKIM Malaysia

, ,

Jakarta – Direktorat GTK Madrasah melepas alumni madrasah yang akan mengenyam pendidikan vokasi di Institut Kemahiran Industri Melaka  (IKIM) Malaysia selama satu tahun.

Rombongan yang berjumlah 12 orang, terdiri dari 10 peserta, 1 orang tua dan 1 pendamping dari Tazakka Foundation  diterima langsung oleh Direktur GTK Madrasah di ruangannya di Jakarta. Hari ini, Rabu (15/8).

Direktur GTK Madrasah, Suyitno mengatakan ini merupakan langkah awal dari tindak lanjut kerjasama yang sudah terjalin dengan IKIM pada bulan mei yang lalu. Baca juga: https://kemenag.go.id/berita/read/507814

“Ini tindak lanjut kunjungan ke IKIM, kelebihannya bisa lingmatch dengan perusahan/industri langsung.  harapanya ke depan kita bisa mengirimkan guru-guru kita.” Kata Suyitno.

Ia juga menambahkan bahwa sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh IKIM diakui tangkat ASEAN. Sehingga meningkatkan daya saing di era Masyarakat Ekonomi Asean sekarang ini.

Ketua Tazakka Fundation, Khozin yang ikut bersama rombongan mengatakan bahwa program ini untuk memfasilitasi anak didik dalam menghadapi persaingan global. Sehingga IKIM Malaysia dipilih karena ada pengalaman langsung di dunia industri.

“Ada sentuhan vokasinya. Anak kita sudah mulai punya wawasan global. MEA sekarang.” Kata Khozin sesaat setelah pertemuan dengan jajaran Direktorat GTK Madrasah.

Khozin menambahkan peserta berasal dari berberapa daerah yaitu Aceh, Jakarta, Brebes dan Samarinda. Ia juga berharap melalui program ini menghasilkan generasi yang gemilang.

“Mereka akan menjadi generasi yang punya kompetensi yang cukup, karena kita ingin madrasah tidak hanya menguasai agama tapi juga teknologi.” Jelas Khozin.

Salah satu peserta asal Samarinda Irfan Rifqiawan mengatakan alasan mengikuti program ini agar mengetahui lebih dalam dunia industri. “Menjadi lebih baik, pengen mendalami dunia industri.” Kata Irfan.

Hadir juga dalam pertemuan ini Kasubdit Bina GTK RA, Siti Sakdiyah, Kasubdit Bina GTK MI/MTs, Kidup Supriyadi, Kasi Bina Guru MI/MTs, Mustofa Fahmi, Kasi Bina Tendik MI/MTs, Sahrul Shobirin dan Kasubbag Tata Usaha, Sidik Sisdiyanto.

Kemenag dan Pemkab Lombok Utara Jajaki Kerjasama Pendidikan Dengan IKIM Malaysia

, ,

Malaysia (Kemenag) — Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjajaki kerjasama dalam pengembangan pendidikan madrasah dengan Institut Kemahiran Industri Melaka  (IKIM) Malaysia. Hal itu terungkap dalam kunjungan Direktur GTK Madrasah Suyitno bersama Pemkab Lombok ke IKIM Malaysia.

Menurut Suyitno, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Direktorat GTK Madrasah dengan Pemkab Lombok Utara, NTB yang sudah ditandatangani pada 31 Januari 2018. “Kerjasama ini difokuskan pada pengiriman alumni Madrasah Aliyah dan short course bagi guru madrasah untuk penguatan di bidang industri,” tutur Suyitno di Malaysia, Rabu (23/05).

Menurut Suyitno, kerjasama mencakup pengembangan kompetensi guru madrasah. Kemitraan akan dimulai dengan pelatihan guru madrasah oleh IKIM Malaysia. Pelatihan ini sekaligus  menjadi sarana transfer of knowledge and transfer of technology.

“Alhamdulilah usulan disambut baik oleh CEO IKIM. Mereka menyanggupi untuk memberikan pelatihan pada 50 guru madrasah tanpa dikenakan kewajiban tuition fee,” ujar Suyitno.

CEO IKIM Datuk Regu mengatakan, IKIM berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja Malaysi. Kampus ini berlokasi di areal yang menyatu dengan 11.000 pabrik dalam satu Kawasan industri. IKIM sudah menjalin sinergi dengan 21 perusahaan.

“Pola perkuliahan memiliki keunggulan dengan 30% teori dan 70% praktek langsung di Industri sesuai dengan jurusan yang dipilih mahasiswa,” jelas Datuk Regu.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, antusias dengan rencana kerjasama ini. Pihaknya akan melakukan perencanaan lebih teknis terhadap dua pendekatan yang ditawarkan IKIM. Pendekatan pertama, kuliah dengan sistem full time di mana persiapan calon mahasiswa dilakukan di IKIM selama 1 semester,  selanjutnya semester kedua baru praktek di industri. Pada pendekatan ini, selama semester pertama, siswa belum mendapatkan allowance sehingga biaya menjadi beban yang harus ditanggung mahasiswa.

Pendekatan kedua, persiapan dilakukan di Lombok Utara. Guru-guru akan dilatih melalui kerjasama IKIM bersama Direktorat GTK Madrasah. “Selanjutnya kami akan menyiapkan calon mahasiswa di madrasah, pesantren, dan juga SMK setempat,” ujar Nazmul.

Selain Direktur GTK dan Bupati Lombok Utara, dalam pertemuan tersebut hadir juga Kasubdit MA/MAK Kastolan, Kasubag TU GTK Madrasah Sidik Sisdiyanto dan Konsultan PPKB Abdul Munir, serta jajaran Pemkab Lombok Utara.

sumber: kemenag.go.id

Sambut Hari Kemerdekaan, Guru Madrasah Asal Lampung Mampu Terbitkan 3 Buku Sekaligus

,

 

Jakarta – Keahlian menulis guru madrasah patut diapresiasi. salah satu guru madrasah yang terbilang sangat aktif dalam memproduksi tulisan adalah Darmadi. Ia merupakan seorang guru MTs Terpadu Darul Ulum Lampung.

Kondisi madrasah yang terbilang jauh dari pusat kota, kurang lebih 76 KM dari Bandar Lampung, tidak menghalangi Darmadi untuk rajin dan produktif dalam menulis.

Produktifitas menulis Darmadi terlihat dari jumlah buku karanganya yang sudah mencapai puluhan. Tercatat dalam bulan Agustus ini saja, Darmadi mampu menerbitkan 3 buku langsung. Selain buku Pluralisme Agama, ada juga buku Membaca yuk, “buku adalah jendela dunia” dan buku Optimalisasi strategi pembelajaran yang terbit di bulan Agustus 2018.

Dalam buku terbaru yang berjudul Pluralisme Agama dan Rekonstruksi Peradaban mencoba mengangkat konsep implementasi pluralisme dalam dunia pendidikan Islam.

 

selain itu, buku ini juga membahas mengenai rekonstruksi peradaban Islam. isu ini sudah berkembang diantara para pemikir Islam dipenjuru dunia.

pada bagian berikutnya, Darmadi juga merespon fenomena baru dunia pendidikan Islam yaitu kajian terhadap integrasi ilmu agama dan sains. integasi keilmuan yang menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan. sehingga kedepan mampu menghasilkan generasi muslim memiliki keilmuan tinggi dan tetap memiliki dasar keimanan yang kuat.

9 Tips Super Menjadi Guru Teladan

9 Tips Super Menjadi Guru Teladan – Guru adalah seorang manusia yang diembani tugas untuk mendidik dan mengajari peserta didik. Dengannya siswa mendapatkan ilmu dan dengannya pula siswa memperoleh contoh serta teladan dari gurunya. Apabila seorang guru belum mampu untuk memberikan suatu contoh yang baik bagi anak didiknya, sungguh teramat disayangkan sekali. Dikhawatirkan generasi – generasi penerus yang dihasilkannya akan menjadi sesosok manusia yang tidak bermoral serta tidak beretika sebagai manusia berkhlakul karimah. Oleh karena itulah, guru yang teladan ada sesuatu yang urgen dan penting eksistensinya ditengah – tengah para siswa.

Membahas tentang tema”teladan”, maka disini kita bisa membuat kesimpulan bahwa guru pada dasarnya tidak sekedar mentransfer ilmu kepada muridnya saja akan tetapi bisa menjadi teladan bagi anak didiknya. Namun demikian, kita harus akui bersama tidak semua guru memiliki kemampuan tersebut. Banyak sekali diantara mereka yang belum mampu memberikan teladan yang baik kepada anak didiknya. Disini setidaknya ada beberapa tips dan trik bagi anda para guru untuk menjadi seorang guru yang teladan. Adapun ulasannya adalah sebagi berikut:

1. Persiapkan mental

Mental sangat diperlukan ketika kita hendak mulai mengajar karena apapun yang sudah kita persiapkan akan hancur ketika dalam penyampaiannya gugup. Tanamkanlah dalam hati rasa percaya diri yang tinggi ketika berada dalam kelas.

2. Penuhi harapan anak didik/siswa

Siswa akan berharap banyak kepada guru, karena bagi mereka guru itu sumber ilmu. Apapun yang mereka belum ketahui pasti ditanyakan kepada guru.

3. Jadilah orang tua

Menjadi orang tua kedua bagi siswa adalah salah satu tugas seorang guru serta harus siap menghadapi kemanjaan dan kenakalan mereka, seperti menghadapi anak kandung sendiri.

4. Buatlah peraturan dalam kelas

Peraturan dibuat sebagai batasan atau rambu-rambu yang harus dipatuhi semua siswa. Sebaiknya peraturan dibuat berdasarkan musyawarah bersama antara guru dan siswa, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

5. Buatlah sanksi indisipliner

Sanksi yang diberlakukan bagi pelanggar peraturan pun harus telah didiskusikan dan disepakati sebelumnya antara guru dan anak didik. Jadi ketika mereka melakukan indisipliner sudah tahu sanksi yang akan mereka terima.

6. Hindari sikap tegang, selingi humor

Humor merupakan cara paling efektif bagi seorang guru untuk mencairkan suasana yang tegang ketika proses belajar mengajar berlangsung. Humor mampu menetralisir situasi.

7. Berkomunikasilah dengan semua

Berkomunikasi dengan anak didik itu sangat penting karena dari sinilah seorang guru dapat mengetahui karakter mereka. Dengan orang tua siswa juga perlu adanya komunikasi dua arah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Guru juga harus mampu berkomunikasi dengan guru lainnya dan semua pihak sekolah.

8. Guru adalah pekerjaan mulia

Tanamkan rasa ikhlas dalam menyampaikan ilmu kepada anak didik serta yakinkan dalam diri bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah mulia. Karena dari tangan gurulah generasi penerus bangsa akan tercipta. Baik buruknya mereka kita lah yang tentukan sebagai seorang guru.

Menjadi guru adalah sebuah kemuliaan, karena surat yang pertama kali turun dalam Al-Quran memerintahkan kepada umat manusia agar dapat membaca. Dan seorang siswa tidak akan mampu membaca tanpa ada yang mengajarkannya (dibaca : guru). Dan di sinilah peran guru sangat diperlukan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, baik cerdas secara kognitif maupun secara afektifnya.

Source: Dakwatuna.com