Sambut Hari Kemerdekaan, Guru Madrasah Asal Lampung Mampu Terbitkan 3 Buku Sekaligus

,

 

Jakarta – Keahlian menulis guru madrasah patut diapresiasi. salah satu guru madrasah yang terbilang sangat aktif dalam memproduksi tulisan adalah Darmadi. Ia merupakan seorang guru MTs Terpadu Darul Ulum Lampung.

Kondisi madrasah yang terbilang jauh dari pusat kota, kurang lebih 76 KM dari Bandar Lampung, tidak menghalangi Darmadi untuk rajin dan produktif dalam menulis.

Produktifitas menulis Darmadi terlihat dari jumlah buku karanganya yang sudah mencapai puluhan. Tercatat dalam bulan Agustus ini saja, Darmadi mampu menerbitkan 3 buku langsung. Selain buku Pluralisme Agama, ada juga buku Membaca yuk, “buku adalah jendela dunia” dan buku Optimalisasi strategi pembelajaran yang terbit di bulan Agustus 2018.

Dalam buku terbaru yang berjudul Pluralisme Agama dan Rekonstruksi Peradaban mencoba mengangkat konsep implementasi pluralisme dalam dunia pendidikan Islam.

 

selain itu, buku ini juga membahas mengenai rekonstruksi peradaban Islam. isu ini sudah berkembang diantara para pemikir Islam dipenjuru dunia.

pada bagian berikutnya, Darmadi juga merespon fenomena baru dunia pendidikan Islam yaitu kajian terhadap integrasi ilmu agama dan sains. integasi keilmuan yang menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan. sehingga kedepan mampu menghasilkan generasi muslim memiliki keilmuan tinggi dan tetap memiliki dasar keimanan yang kuat.

9 Tips Super Menjadi Guru Teladan

9 Tips Super Menjadi Guru Teladan – Guru adalah seorang manusia yang diembani tugas untuk mendidik dan mengajari peserta didik. Dengannya siswa mendapatkan ilmu dan dengannya pula siswa memperoleh contoh serta teladan dari gurunya. Apabila seorang guru belum mampu untuk memberikan suatu contoh yang baik bagi anak didiknya, sungguh teramat disayangkan sekali. Dikhawatirkan generasi – generasi penerus yang dihasilkannya akan menjadi sesosok manusia yang tidak bermoral serta tidak beretika sebagai manusia berkhlakul karimah. Oleh karena itulah, guru yang teladan ada sesuatu yang urgen dan penting eksistensinya ditengah – tengah para siswa.

Membahas tentang tema”teladan”, maka disini kita bisa membuat kesimpulan bahwa guru pada dasarnya tidak sekedar mentransfer ilmu kepada muridnya saja akan tetapi bisa menjadi teladan bagi anak didiknya. Namun demikian, kita harus akui bersama tidak semua guru memiliki kemampuan tersebut. Banyak sekali diantara mereka yang belum mampu memberikan teladan yang baik kepada anak didiknya. Disini setidaknya ada beberapa tips dan trik bagi anda para guru untuk menjadi seorang guru yang teladan. Adapun ulasannya adalah sebagi berikut:

1. Persiapkan mental

Mental sangat diperlukan ketika kita hendak mulai mengajar karena apapun yang sudah kita persiapkan akan hancur ketika dalam penyampaiannya gugup. Tanamkanlah dalam hati rasa percaya diri yang tinggi ketika berada dalam kelas.

2. Penuhi harapan anak didik/siswa

Siswa akan berharap banyak kepada guru, karena bagi mereka guru itu sumber ilmu. Apapun yang mereka belum ketahui pasti ditanyakan kepada guru.

3. Jadilah orang tua

Menjadi orang tua kedua bagi siswa adalah salah satu tugas seorang guru serta harus siap menghadapi kemanjaan dan kenakalan mereka, seperti menghadapi anak kandung sendiri.

4. Buatlah peraturan dalam kelas

Peraturan dibuat sebagai batasan atau rambu-rambu yang harus dipatuhi semua siswa. Sebaiknya peraturan dibuat berdasarkan musyawarah bersama antara guru dan siswa, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

5. Buatlah sanksi indisipliner

Sanksi yang diberlakukan bagi pelanggar peraturan pun harus telah didiskusikan dan disepakati sebelumnya antara guru dan anak didik. Jadi ketika mereka melakukan indisipliner sudah tahu sanksi yang akan mereka terima.

6. Hindari sikap tegang, selingi humor

Humor merupakan cara paling efektif bagi seorang guru untuk mencairkan suasana yang tegang ketika proses belajar mengajar berlangsung. Humor mampu menetralisir situasi.

7. Berkomunikasilah dengan semua

Berkomunikasi dengan anak didik itu sangat penting karena dari sinilah seorang guru dapat mengetahui karakter mereka. Dengan orang tua siswa juga perlu adanya komunikasi dua arah agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Guru juga harus mampu berkomunikasi dengan guru lainnya dan semua pihak sekolah.

8. Guru adalah pekerjaan mulia

Tanamkan rasa ikhlas dalam menyampaikan ilmu kepada anak didik serta yakinkan dalam diri bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah mulia. Karena dari tangan gurulah generasi penerus bangsa akan tercipta. Baik buruknya mereka kita lah yang tentukan sebagai seorang guru.

Menjadi guru adalah sebuah kemuliaan, karena surat yang pertama kali turun dalam Al-Quran memerintahkan kepada umat manusia agar dapat membaca. Dan seorang siswa tidak akan mampu membaca tanpa ada yang mengajarkannya (dibaca : guru). Dan di sinilah peran guru sangat diperlukan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, baik cerdas secara kognitif maupun secara afektifnya.

Source: Dakwatuna.com

Kerjasama Finlandia Untuk Peningkatan Profesionalisme Guru

Guru merupakan komponen terpenting dalam pendidikan. Hampir semua kita sepakat terhadap ungkapan bahwa materi pelajaran dan metodologi pembelajaran memang penting tetapi guru adalah lebih penting. Sejalan dengan ungkapan tersebut, pelbagai kebijakan, program dan kegiatan telah diinisiasi dan dilaksanakan oleh Ditektorat Jenderal Pendidikan Islam. Salah satu program yang terkait dengan hal ini adalah kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) dengan Finlandia.

Finlandia dikenal sebagai negara yang model penyelenggaraan pendidikannya terbaik di dunia. Belajar dari keberhasilan pengelolaan pendidikan di Finlandia ini, tahun lalu beberapa rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersama Direktur Jenderal Pendidikan Islam berkunjung ke beberapa universitas dan sekolah ternama di negara ini sekaligus dilakukan penandatangan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU).

Jadikan Puasa Sebagai Sarana Tingkatkan Integritas

Menurut Kamaruddin, persoalan utama yang dialami umat Islam dewasa ini adalah kesenjangan antara ibadah yang dilakukan dengan kualitas kehidupan keseharian. “Tantangan besar umat Islam sekarang ini adalah menemukan korelasi antara ibadah dengan kualitas kehidupan. Dan, ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjawab tantangan tersebut,” terang Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini.

Puasa, lanjut Kamaruddin, merupakan pendakian spiritual manusia. “Ada dua unsur di dalam diri manusia, yaitu unsur lahut (unsur ketuhanan) dan unsur nasut (unsur kemanusiaan). Nah, puasa merupakan wahana revitalisasi unsur ketuhanan di dalam diri kita sehingga mampu merefleksikan sifat-sifat Allah SWT,” terang Kamaruddin.

Kamaruddin berharap kegiatan Orientasi Peningkatan Wawasan Keagamaan ini memiliki dampak signifikan bagi peningkatan integritas pegawai di lingkungan Sekretariat Ditjen Pendidikan Islam. Ia juga mengingatkan bahwa integritas merupakan satu dari 5 (lima) Budaya Kerja Kementerian Agama, sehingga harus diikuti oleh seluruh pegawai Kementerian Agama.