Pendaftaran Lomba Senam Sehat Guru Madrasah

,

Pendaftaran lomba Senam Sehat Guru Madrasah dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2019

Fieldset

 

Verification

Sambut Hari Guru Nasional, GTK Madrasah Gelar Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Guru Madrasah

 

Jakarta (GTK)–Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah menggelar Lomba Karya Inovasi Pembelajaran 2019 bagi guru madrasah. Lomba individual ini dapat diikuti oleh guru PNS atau guru bukan PNS pada madrasah negeri atau swasta jenjang Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan (MA/MAK).

Direktur GTK Madrasah, Suyitno mengatakan bahwa lomba karya inovasi pembelajaran merupakan salah satu rangkaian dalam menyambut Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 yang bertepatan tanggal 25 November. Selain itu, lomba tersebut sebagai upaya meningkatkan motivasi dan inovasi guru dalam pembelajaran. “Sehingga diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta berhasil mengembangkan berbagai model pembelajaran yang bermutu.” jelas Suyitno, di Jakarta, Senin (8/10).

Menurut Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, lomba tersebut dipandang penting dan diperlukan karena hal tersebut akan memacu guru-guru madrasah untuk meningkatkan kreativitas, kompetisi, dan prestasi. Pada gilirannya berdampak pada kualitas proses dan hasil belajar siswa.

Lomba karya inovasi pembelajaran ini dibagi dalam 3 ruang lingkup bidang yaitu Pendidikan Agama Islam-Bahasa Arab, Matematika-IPA, dan Sosial-Humaniora. Produk dalam lomba ini dapat berupa 1) Video Pembelajaran di Kelas; atau 2) Media Pembelajaran. Total penghargaan yang diperebutkan senilai 58 juta rupiah.

Ketentuan lomba dapat dilihat di https://gtkmadrasah.kemenag.go.id/download/lomba-inovasi-pembelajaran-guru-madrasah/

-Mtr

Tahap Akhir Proses Tukin Guru

Jakarta – Proses pembayaran tunjangan kinerja guru madrasah yang terhutang sejak November 2015 sudah masuk dalam tahapan akhir proses penganggaran di Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Suyitno mengatakan semua tahapan proses pembayaran tukin di lingkungan internal Kementerian Agama sudah selesai dilakukan.

“Tahapan pendataan, penyusunan juknis, verval oleh BPKP dan pengajuan anggaran ke Kemenkeu sudah dilakukan” Jelas Suyitno.

“Kami semua berharap agar pembayaran tukin bisa segera direalisasikan karena tahap pendataan dan verifikasi oleh BPKP sudah selesai” Kata Suyitno

Menurut Suyitno, persetujuan dari Kementerian Keuangan merupakan tahap akhir dari 10 tahapan pembayaran tunjangan kinerja dan 9 tahapan diantaranya sudah dilaksanakan oleh Kementerian Agama.

Untuk mendorong realisasi anggaran pembayaran tukin guru madrasah, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.  Pertemuan tersebut terhitung sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali salah satunya pada tanggal 1 Agustus 2019.

Dalam laporan hasil kompilasi data BPKP dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, guru yang telah selesai diverifikasi sebanyak 362.295 guru atau 94,2% dari total usulan verifikasi sebanyak 384.441 guru. Kebutuhan anggaran yang dipersiapkan berdasarkan hasil verifikasi tahap I sebanyak Rp1.679.389.565.565 dan pajak penghasilan yang dibebankan ke negara sebesar Rp136.977.530.209.

Lomba Foto dan Video/Vlog

,

Jakarta –  Menyambut Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Mengadakan Lomba Foto dan Video/Vlog sebagai bentuk apresiasi dan publikasi peran penting seorang guru bagi generasi bangsa. Hari Guru Madrasah Kementerian Agama Tahun 2019 mengangkat tagline “Teladan Penerang Bangsa”.

Ketentuan Lomba Foto

  1. Terbuka untuk umum
  2. Bebas menggunakan semua jenis kamera
  3. objek foto adalah guru madrasah (RA, MI, MTs, MA) mencakup aktivitas belajar mengajar, aktivitas berangkat/pulang, perang guru di tengah masyarakat
  4. Wajib follow instagram @gtkmadrasah, repost postingan lomba dari akun instagram @gtkmadrasah dan mention 3 orang teman
  5. Upload karya melalui akun instagram masing-masing dengan menggunakan hashtag #GtkPhotosCompetition dan #GtkMadrasah
  6. Cantumkan deskripsi foto dalam caption instagram
  7. Periode lomba 1 Oktober – 30 Oktober 2019
  8. Pengumuman Pemenang 10 November 2019
  9. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
  10. tidak mengandung unsur yang menyinggung SARA

Ketentuan Lomba Video

  1. Terbuka untuk umum
  2. Bebas menggunakan semua jenis kamera
  3. Objek video/vlog menggambarkan dedikasi, media pembelajaran atau peran sosial guru madrasah di tengah masyarakat
  4. Wajib follow instagram @gtkmadrasah, repost postingan lomba dari akun instagram @gtkmadrasah dan mention 3 orang teman
  5. Upload melalui channel youtube masing-masing  dengan menggunakan hashtag #GtkVideosCompetition, #GtkMadrasah dan #KementerianAgama
  6. Peserta wajib mengisi link pendaftaran melalui website gtkmadrasah.kemenag.go.id
  7. Mencantumkan deskripsi video/vlog dalam caption youtube
  8. Durasi maksimal video/vlog 5 menit
  9. Periode lomba 1 Oktober – 30 Oktober 2019
  10. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
  11. Link pendaftaran video disini

MTs Negeri 4 Tangerang Gelar Rakor Sambut Tahun Pelajaran 2019-2020

Tangerang- MTs Negeri 4 Tangerang mengadakan kegiatan Sinkronisasi dan Konsolidasi Program Kegiatan Madrasah Tahun Pelajaran 2019-2020.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 70 peserta guru dan tenaga kependidikan dari MTs Negeri 4 Tangerang dan MTs Negeri 7 Tangerang. Sobari selaku ketua pelaksana kegiatan menyatakan dalam laporannya bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari rapat kerja madrasah untuk tahun pelajaran 2019-2020.

“Selain sinkronisasi dan konsolidasi, rapat kerja (raker) juga diisi dengan pelatihan penyusunan perangkat administrasi guru dan pengembangan media pembelajaran. Raker hari kedua bertempat di Villa La Ghofla Daar El Qolam Bogor” ujar Sobari.

Sedangkan dalam sambutan kepala Madrasah MTs Negeri 4, Nurul Yakin mengatakan bahwa MTsN 4 Tangerang memiliki beberapa program unggulan di antaranya yakni pembiasaan shalat duha, literasi, adiwiyata, dan program kelas tahfiz. Ke depan program kelas tahfiz akan ditambah menjadi dua kelas.

Kegiatan sinkronisasi dan konsolidas dibuka oleh Drs. H. Badri, M.M. selaku kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang. Tidak ketinggalan, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten. Dr. H. A. Bazari Syam, M.Pd.I. berpesan bahwa untuk mencapai visi dan misi madrasah harus memperhatikan tiga hal. Pertama tata kelola madrasah jauh lebih penting dari pada madrasah itu sendiri. Kedua, madrasah harus mempunyai arah dan tujuan. Ketiga, jadilah pemikir bukan hanya sekadar pekerja. Demikian pernyataan yang disampaikan Dr. H. A. Bazari Syam, M.Pd.I. yang sekaligus menutup kegiatan sinkronisasi dan konsolidasi tersebut. (20/09/2019). (Zaki Fahrizal)

Guru Cerminan Prestasi Siswa

Bogor – Syair Alaalaa Tanalul Ilma yang akrab dibaca saat masa kecil dulu mengajarkan syarat memperoleh ilmu pengetahuan ada 6. Dua diantaranya adalah hirshun (semangat) dan Irsyadul Ustadz (petunjuk dari guru). Hasil riset menunjukan ada keterkaitan antara karakteristik dan pembawaan guru terhadap hasil belajar siswa.

Menurut Dekan FITK UIN Malang, Agus Maimun mengatakan guru yang baik dan disiplin berpengaruh siswa setidaknya dalam 5 aspek, antara lain :

  1. 68% berpengaruh pada tingkat motivasi siswa dalam belajar
  2. 73% berpengaruh pada nilai kreativitas siswa
  3. 81% meningkatkan rasa percaya diri siswa
  4. 84% berpengaruh pada peningkatan harga diri siswa
  5. 98% berpengaruh pada peningkatan kecakapan hidup siswa.

“Kalau gurunya disiplin dan baik biasanya siswanya juga akan lebih percaya diri, kreatif dan semangat belajarnya juga tinggi” Kata Agus.

Menurut Agus, definisi pendidikan bisa diartikan dengan sederhana yaitu pendidikan sebagai media perubahan, pendidikan sebagai cerminan masa depan bangsa dan pendidikan sebagai identitas harga diri bangsa.

“Pendidikan memegang peran penting dalam realisasi program Indonesia Emas 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka” tambahnya.

Oleh karena itu, program dan anggaran yang disusun oleh pemerintah harus memerhatikan target prioritas dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Hal ini disampaikan pada acara Pembuatan Pagu Anggaran 2020 Direktorat GTK Madrasah di Bogor, 23-25 September 2019.  (ASR)

 

Ditjen Pendis Latih 40 Calon Instruktur Guru Kimia MA

Malang (Pendis) – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah melatih empat puluh (40) calon instruktur provinsi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk Guru Kimia Madrasah Aliyah, di Malang 17-20 September 2019.

Kasi Bina Tendik MA/MAK Direktorat GTK Madrasah, Rusdi menuturkan, tahun 2020-2024 World Bank akan membiayai project PKB Guru melalui pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Oleh sebab itu, diperlukan ketersediaan Instruktur Nasional, Instruktur Provinsi dan fasilitator daerah kabupaten/kota yang dapat memfasilitasi kegiatan KKG dan MGMP tersebut.

“Direktorat GTK Madrasah melalui Subdit Bina GTK MA/MAK pada tahun 2018 dan 2019 telah melakukan pelatihan kepada instruktur nasional untuk mapel matematika, fisika, kimia, biologi dan ekonomi. Selanjutnya Instruktur Nasional tersebut di tahun 2019 melakukan pelatihan calon Instruktur Provinsi,” terang Rusdi di Malang, Selasa (17/09).

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, guru besar dan dosen Kimia UM Malang serta instruktur nasional Guru Kimia. Selama kegiatan akan didamping oleh tim Technical Asistency by System Strengthening (TASS) dan tim Pokjawas Provinsi.

Direktur GTK Madrasah, Suyitno mengajak peserta guru-guru kimia untuk memingkatkan mutu dengan mengembangkan potensi dan kompetensi. “Menjadi guru dengan panggilan jiwa merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Suyitno menjelaskan, bahwa sebagaimana Permen PAN RB No.16/2019 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit, mengamanahkan bahwa PKB merupakan unsur utama bagi guru dalam mengembangkan kompetensi.

“Dalam peraturan ini ada tiga komponen pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif,” sambung Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang.
(Rusdy/ M Yani)

sumber : pendis.kemenag.go.id

Direktur GTK Serukan Guru BK MAN Insan Cedekia Kawal Karakter Siswa

Batam (Pendis) – Dewasa ini dunia pendidikan sedang dihadapkan dengan isu trans nasional dimana tidak ada batasan antar Negara. Derasnya arus informasi merupakan buah dari revolusi industry 4.0. Banyak hal-hal positif yang dapat diambil dari era terbuka saat ini, namun banyak juga hal negatif yang menyertainya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Suyitno, mengatakan, di tengah derasnya arus informasi, guru Bimbingan dan Konseling (BK) Madrasah memiliki peran penting untuk membina dan mengarahkan peserta didik dalam menyaring informasi tersebut.

Suyitno juga menegaskan bahwa tantangan guru BK pada era ini begitu kompleks, mengingat kini mereka menghadapi peserta didik yang memiliki mindset serba instan. Guru BK dituntut untuk merespon hal tersebut dengan cepat.

“Dahulu guru memiliki peran centre sebagai sumber ilmu pengetahuan, namun sekarang peran-peran tersebut sudah diambil alih oleh media sosial, seperti facebook dan youtube, karena siswa dapat dengan mudah mengakses berbagai macam informasi yang mereka butuhkan pada media tersebut, perlahan guru akan ditinggalkan oleh para siswa,” ujar Suyitno saat memberikan arahan pada Kegiatan Pengembangan Keprofesian Guru BK MAN Insan Cendekia di Batam, Rabu (04/09).

Dikatakan Suyitno, ketika siswa belajar dari media sosial mereka tidak memiliki filter sehingga dapat dengan mudah terkena paham radikalisme, mengingat belakangan ini banyak sekali akun media social yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, akun tersebut hanya berisi konten-konten hoax, provokatif, yang syarat akan paham radikalisme.

“Guru BK MAN IC sebagai madrasah unggulan, harus mengisi ruang-ruang pada media social yang sebelumnya belum tersentuh oleh Guru MAN IC, jika tidak sumber pembelajaran murid akan diambil alih oleh sumber yang tidak dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Guru Besar UIN Raden Fatah tersebut juga mengatakan bahwa tugas guru BK bukan hanya memenuhi jam tatap muka saja, namun jauh lebih dari itu tugas guru BK adalah mengawal karakter siswa. “Setelah kegiatan ini saya ingin guru BK MAN Insan Cendekia harus menjadi garda terdepan dalam mengawal karakter siswa madrasah, khususnya siswa MAN Insan Cendikia,” himbaunya.

Kasubdit Bina GTK MA/MAK, Kastolan, mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan seperti ini dapat menstimulus guru Bimbingan dan Konseling untuk mengembangkan diri dalam menghadapi tantangan pada era trans nasional. “Kedepan diharapkan guru BK dapat menggunakan aplikasi ataupun metode konseling dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam membimbing siswa madrasah,” harapnya.
(Ridho/syd/ M Yani)

sumber : pendis.kemenag.go.id

Kemenag Berangkatkan 23 Guru BK MAN IC Ke Nanyang Technological University Of Singapore

Batam (Pendis) – Sebanyak 23 guru Bimbingan dan Konseling (BK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia melakukan kunjungan ke Nanyang Technological University Of Singapore. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pengembangan Keprofesian Guru BK MAN Insan Cendekia, yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenega Kependidikan (GTK) Madrasah di Batam, 3-6 September 2019 .

Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MA/MAK, Kastolan, mengatakan, kegiatan tersebut dikemas dalam One Day NTU Visit Tours. “Kegiatan kunjungan guru BK MAN IC ke NTU ini merupakan upaya untuk menstimulus guru BK agar mengarahkan para siswanya dapat melanjutkan study ke luar negeri,” ungkap di Batang, Kamis (5/9).

Dikatakan Kastolan, dalam revolusi industry 4.0 ini berkembang isu era multi nasional, dimana tidak ada batasan antar Negara. Sehingga siswa MAN Insan Cedekia yang merupakan MAN unggulan dan menjadi salah satu core business Kementerian Agama harus didorong untuk melanjutkan study ke luar negeri.

“Pemilihan Nanyang Technological University ini didasarkan, karena kampus tersebut merupakan salah satu Top 15 Ranked Universities In The World, sehingga guru-guru BK dapat memberikan gambaran bagaimana suasana belajar mengajar pada universitas disalahsatu universitas terbaik di dunia,” tambah Kastolan.

Kastolan berharap dengan diberangkatkannya guru BK MAN IC ke NTU dapat menstimulus guru BK memperluas jejaring agar dapat memberikan opsi yang lebih banyak bagi siswa untuk melanjutkan study di Universitas terbaik dunia. (Syd/ M Yani)

sumber : pendis.kemenag.go.di

Kemenag Bekali Kepala MAN IC Materi Deradikalisasi

Solo (Pendis) – Radikalisme saat ini menjadi issu panas yang menyita perhatian dalam dunia pendidikan. Pasalnya hasil penelitian Maarif Institute dan Wahid Foundation pada tahun 2017 menemukan bahwa paham radikalisme telah menyusup dalam dunia pendidikan. Penelitian tersebut memaparkan bahwa paham radikalisme dapat masuk kedalam institusi pendidikan melalui alumni, guru dan kebijakan institusi pendidikan.

Untuk mengantisipasi penyebaran faham radikalisme di lingkungan madrasah, Direktorat GTK Madrasah sengaja menyisipkan materi deradikasi dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Kepala MAN Insan Cendekia.

Acara diikuti oleh seluruh kepala MAN Insan Cendekia seluruh Indonesia, berlangsung di Solo, 27-30 Agustus 2019. Dalam kesempatan tersebut, Direktorat GTK Madrasah menghadirkan narasumber, Ali Fauzi Manzi.

Ali Fauzi merupakan mantan napiter yang kini menjadi Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian Indonesia. NGO yang mewadahi terpidana dan napiter untuk kembali kepada NKRI dan menaungi para anak-anak mantan napiter. Misi utama Ali Fauzi lewat yayasan yang ia dirikan adalah memutus mata rantai berkembangnya virus negatif faham radikalisme. Selain itu Yayasan ini mengorganisir para korban teror bom untuk menyuarakan kehidupan yang damai.

Pada kesempatan ini Ali Fauzi bercerita tentang pengalamannya saat awal mula direkrut dalam jaringan terorisme hingga akhirnya menemukan titik balik untuk kembali kepada NKRI dan membentuk Yayasan Lingkar Perdamaian Indonesia.

Ali Fauzi mengatakan bahwa terorisme ini merupakan gerakan radikalisme yang diaktualisasikan. “Sebenarnya perbedaan antara radikalisme dan terorisme ini ada pada pada tindakan, karena untuk radikalisme mereka hanya sebatas konsep pemikiran saja, belum sampai tindakan,” kata Ali di Solo, Selasa (28/8).

Ali Fauzi menghimbau kepada para peserta bahwa jangan terjebak dalam stereotype sehingga menimbulkan kekeliruan dalam mengidentifikasi siswa ataupun guru yang terkena paham terorisme karena terdapat perbedaan-perbedaan dalam konsep ajarannya.

“Perbedaan antara faham salafi dan terorisme ini dapat dilihat dari ajaranya seperti tauhid hikmiyah, jihad yang hanya bermakna perang, membenarkan terror, demokrasi haram dan pelakunya kafir serta diperbolehkan memberontak terhadap penguasa yang dzholim,” tambah Direktur YLP tersebut.

Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Kastolan mengungkapkan bahwa pemilihan Ali Fauzi sebagai mantan pelaku terorisme sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan PKB Kepala MAN IC diharapkan dapat menambah wawasan tentang eksistensi paham terorisme sehingga dapat membentengi siswa dari penyebaran virus radikalisme.

“Menanamkan nilai-nilai moderat di madrasah menjadi hal yang urgent untuk membentengi terhadap tumbuhkembangnya paham radikalisme, penanaman nilai moderasi beragama merupakan tanggungjawab kita bersama,” ujar Kastolan.

Menurut Kastolah, Kepala Madrasah sebagai leader dan manajerial yang bersentuhan langsung dengan peserta didik dapat menangkal paham radikalisme dengan pengembangan nilai-nilai moderasi. (Ridha /M Yani)

sumber : pendis.kemenag.go.id