Direktur GTK Madrasah : Rajut Sillaturrahim Tebar Kedamaian

Jakarta – Direktur GTK Madrasah, Suyitno menyampaikan khutbah Idulfitri di lapangan monas Jakarta Pusat. (5/6/2019)

Tema utama khutbah yang disampaikan merajut sillaturrahim dan menebar kedamaian.

“Pada momen suci idulfitri ini, mari kita kembali merajut silaturrahim sesama anak bangsa terlebih setelah melewati proses pesta demokrasi”. Kata Suyitno.

Suyitno mengingatkan Rekonsiliasi dan persatuan Indonesia harus menjadi refleksi dan kesadaran bersama untuk membangun Indonesia ke depan.

Lebih lanjut, guru besar UIN Palembang ini menekankan untuk bersama menebar kedamaian dari semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Mengutip hadits yang mengatakan muslim sejati ialah orang yang memberi kelamatan dari bahaya lisan dan perbuatannya.

“Media sosial sekarang ini sering berisi ujaran kebencian, fitnah, hoax yang jelas bukanlah cerimanan dari prilaku muslim sejati”. Jelas Suyitno

Agama Islam identik dengan pesan kedamaian. Suyitno mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad membangun peradaban di Madinah yang multi etnis dan kepercayaan bisa hidup berdampingan.

Dikutip dari pernyataan Quraisy Syihab yang mendefinisikan islam memiliki benang merah pada kata menyerahkan diri kepada Allah. Sikap ini akan menghadirkan kedamaian. Dan kedamaian bersumber dari hati yang damai.

“Kedamaian dambaan bagi semua umat manusia, agama Islam itu jelas mengajarkan kedamaian”

“Kitab suci al qur’an mengajarkan toleransi dan perdamaian, jika ada ekstremis yang mengaku berpijak pada al qur’an kita yakini bahwa kepahaman dan tafsirnya terhadap al qur’an pasti keliru.” Lanjut Suyitno.

Khutbah Idulfitri disampaikan dihadapan jamaah yang terdiri dari anggota Brimob Kepolisian se Indonesia.

Sinergi Kemenag, Kemendikbud, LP Ma’arif dan INOVASI Tingkatkan Kualitas Pendidikan

,

Surabaya –  Kementerian Agama melalui Direktorat GTK Madrasah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, LP Ma’arif dan INOVASI (Inovation for Indonesia’s School Children Australisa Indonesia Partnership) meresmikan jalinan kerjasama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dalam bidang literasi, numerasi dan pendidikan inklusi. Acara ini di helat di Surabaya. Sabtu (25/5/2019).

Direktur GTK Madrasah, Suyitno mengatakan kerjasama ini merupakan inisiatif dan kepedulian bersama terhadap kualitas pendidikan di Indonesia khususnya melalui integrasi modul literasi, numerasi dan inklusi ke dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB).

Inisiatif menjalin kerjasama dengan INOVASI dikarenakan sebelumnya programnya masih menyasar sekolah umum dan belum menyentuh madrasah. “kita dorong agar INOVASI juga memberikan perhatian lebih ke madrasah” ungkap Suyitno.  

Guru Besar UIN Palembang ini juga menjelaskan untuk membuka jalan kerjasama ini, sebelumnya ia berkunjung ke kantor INOVASI dan mendapatkan respon positif dari INOVASI yang melakukan kunjunangan balasan ke Kementerian Agama pada 8 Mei 2019.    

Ketua PP LP Ma’arif NU, Zainal Arifin Junaidi mengungkapkan kesiapannya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif di berbagai daerah. “Kami siap bekerja sama dengan INOVASI melalui kemitraan dengan madrasah di Jawa Timur,” katanya, Sabtu (25/5). 

Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud menjelaskan, sekolah yang ingin berkembang tidak perlu lagi terjebak dalam standar mutu yang telah ditetapkan. 

“Sekolah dan guru yang mau maju, kuncinya harus  berani berinovasi dan learning outcome yang bagus, berani out of the box dan berani berubah. Abaikan dulu fasilitas yang kurang memadai. Yang penting punya motivasi untuk lebih baik,” ungkap Totok. 

Direktur Program INOVASI, Mark Heyward mengungkapkan bahwa program INOVASI memberikan kesempatan bermitra kepada LP Ma’arif NU sebagai upaya ikut berperan dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah yang ada. 

“INOVASI bertujuan menemukan berbagai praktik baik atau cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa Indonesia. Dan kemitraan ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan Islam di bawah naungan organisasi LP Ma’arif NU,” terangnya.

Michelle Lowe, Counsellor for Governance and Human Development dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, menyambut positif kerjasama ini. “Melalui kemitraan antara Inovasi dan LP Ma’arif NU, menciptakan program rintisan baru dalam rangka meningkatkan hasil literasi kelas awal di 30 madrasah di 3 kabupaten yakni Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Pasuruan,” jelasnya. 

Dalam pandangannya, ini sebagai kesempatan menarik. “Yakni untuk mendukung upaya lokal dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam khususnya di Jawa Timur, dan sekolah-sekolah LP Ma’arif NU,” ungkapnya.

Tahun ini Pengurus Pusat LP Ma’arif NU dalam kemitraannya dengan INOVASI telah melaksanakan program rintisan peningkatan kemampuan literasi kelas awal di 30 Madrasah Ibtidaiyah di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Pasuruan. 

Kegiatan ini melibatkan langsung unsur guru, siswa, kepala sekolah dan komite sekolah. Program rintisan ini berupaya untuk mengatasi tantangan pembelajaran termasuk tentang pemahaman guru terkait literasi dan pembelajaran kelas awal; keterampilan guru mengelola kelas; variasi penggunaan media; serta terkait peningkatan hasil belajar literasi siswa. sumber

Kemenag dan INOVASI Kaji Integrasi Modul Literasi, Numerasi dan Inklusi ke dalam Program PPKB

Jakarta, Kementerian Agama dan INOVASI (Inovation for Indonesia’s School Children Australisa Indonesia Partnership) menggelar rapat kajian integrasi modul literasi, modul numerasi dan modul inklusi ke dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) di gedung Kementerian Agama Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Kementerian Agama yang diwakili oleh Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Suyitno, menyetujui opsi penggabungan modul literasi, numerasi dan inklusi yang disusun oleh INOVASI ke dalam PPKB guru madrasah.

Menurut Mark Heyward selaku Program Director INOVASI, kurikulum nasional masih belum bisa memfasilitasi siswa berfikir kritis dan problem solving. ia mencontohkan siswa kelas 3 dan 4 mulai kesulitan materi bilangan pecahan untuk diterapkan di kehidupan nyata.

“Fondasi untuk semua pendidikan numerasi dan literasi. Yah jelas sekali, semua pembelajaran itu perlu dasar literasi yang kuat.” Kata Mark.

Fainy Sentosa dari INOVASI menjelaskan bahwa modul INOVASI dibuat secara berjenjang sesuai dengan tingkatannya. Jenjangnya dibagi menjadi tujuh jenjang sesuai dengan warna pelangi. “Disesuaikan, jumlah kosa katanya, jumlah kata yang ada di seriap halaman, gambar dan ukuran tulisan dalam tiap halamannya.” Jelas Fainy.

Dalam rapat ini juga dibahas prioritas program kerjasama Kementerian Agama dan INOVASI. Beberapa yang menjadi fokus antara lain: perluasan progam PPKB dan INOVASI di 10 provinsi, mendorong kerjasama PPKB dengan swasta, dan melakukan evaluasi untuk memastikan guru menerapkan metode pembelajaran yang diperoleh dari training di kelas.

Selain itu, Suyitno juga menginginkan penggunaan Aplication for Teacher Improvement (ATI) bisa dipercepat. Sebab menurutnya ATI bisa memberikan informasi tingkat kompetensi guru secara terukur.

“Ini lah yang akan kita gunakan sebagai acuan, dan bisa tahu siapa guru yang memiliki ekspertice untuk bidang tertentu.” Kata Suyitno.

Rapat ini dihadiri juga Kasubdit Bina GTK MA/MAK, Kastolan, Kasubdit RA, Siti Sakdiyah, Kasubbag TU, M. Sidik Sisdiyanto dan tim INOVASI Joanne Dowling, Ingga D. Vistara, Abdul Munir dan Khotimul Aksom.

GTK Madrasah Perkuat Progam Literasi Melalui Short Cource KKG-MI Jawa Timur

Pasuruan – Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Suyitno meninjau langsung pelaksanaan Literasy & Short Cource pada Kelompok Kerja Guru – Madrasah Ibtidaiyah (KKG-MI) Purwosari kabupaten Pasuruan. Sabtu, (27/4/2019).  

Suyitno menyampaikan progam literasi ini merupakan kerjasama Kementerian Agama dengan INOVASI (Inovation for Indonesia’s School Children Australia Indonesia Partnership) untuk meningkatkan tingkat literasi pada pendidikan madrasah.

“Program ini menyasar komunitas guru madrasah seperti KKG, KKM, MGMP untuk meningkatkan tingkat literasi madrasah yang selama ini tingkat literasi Indonesia masih rendah”. Kata Guru Besar UIN Palembang.

Lebih lanjut, suyitno juga kembali mengingatkan bahwa pemberdayaan guru melalui KKM, KKG, MGMP memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. “Semua perubahan besar bermula dari perkumpulan-perkumpulan kecil seperti ini, dan saya yakin kualitas KKG, KKM, MGMP berkorelasi linier terhadap kualitas pendidikan”. Sambung Suyitno.

Menurut penjelasan Kepala Seksi PTK Kanwil Kemenag Jawa Timur, Abdul Wafi, program ini diikuti oleh  60 guru kelas MI yang terdiri dari 17 lembaga/madrasah di sekitar kecamatan Purwosari kabupaten Pasuruan.

Progam literasy & short course INOVASI terbagi menjadi beberapa rangkaian progam yaitu :

1.       Fasilitator daerah (fasda) mendiskusikan materi dan simulasi pelaksanaan KKG yang ideal.

2.       Pelaksanaan KKG diikuti oleh guru kelas awal dari satu gugus/KKM dan perwakilan kepala madrasah agar desiminasi materi literasi bisa menyebar luas melalui pendekatan diskusi, praktek dan kegaiatan interaktif lain.

3.       Pendampingan guru di tingkat MI dilakukan setiap selesai 1 pertemuan KKG. Kemudian guru peserta KKG akan mempraktekkan setiap materi/unit literasi dan didampingi secara teknis oleh fasda, setelah pendampingan selesai akan dilakukan diskusi refleksi bersama di tingkat sekolah/madrasah.

4.       Pembekalan fasda Jawa Timur oleh INOVASI untuk mengusai unit materi dasar literasi yang terdiri dari keterampilan membaca, keterampilan menulis, dan kemampuan pemahaman terhadap teks.

5.       Pembekalan lanjutan terhadap 26 fasda yang terdiri dari 18 fasda MI dan 8 fasda SD dari unsur guru, pengawas dan kepala sekolah/madrasah.

Seleksi Penerimaan Guru dan Tenaga Kependidikan MAN IC Lampung Timur, MAKN Ende dan MAKN Bolang Mongondow

,

Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah membuka penerimaan guru dan tenaga kependidikan madrasah untuk ditempatkan di MAN Insan Cendikia Lampung Timur, MAKN Ende Nusa Tenggara Timur dan MAKN Bolang Mongondow Sulawesi Selatan.

Pendaftaran online mulai 7 Mei – 18 Mei 2019. Informasi lebih lengkap dan link pendaftaran disini

BPKP dan Kemenag Tuntaskan Kompilasi Tahap I Data Tunggakan Tunjangan Kinerja Guru Madrasah

Jakarta, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menyelesaikan tahapan verifikasi tunggakan tunjangan kinerja guru madrasah. Konsinyering kompilasi data tunggakan tunjangan kinerja guru madrasah periode November 2015 sampai Desember 2018 dilakukan antara BPKP dan Direktorat GTK Madrasah di Jakarta, (26/4/2019).

Bambang Kardiono Kasubditwas Kesra BPKP, Bambang Kardiono menyampaikan proses kompilasi data dan verifikasi harus dilakukan dengan hati-hati agar membentuk alur berfikit logis dalam penganggaran.

“Pentingnya alur proses keuangan dalam proses kompilasi data tunggakan, sehingga memberikan alur berfikir yang logis dalam laporan kompilasi data. Alur proses keuangan tersebut dimulai secara berjenjang dari kebenaran data tunggakan by name guru madrasah, kebenaran rekap tunggakan tiap madrasah, dan rekap tunggakan pada kabupaten/kota, provinsi, dan nasional”. Jelas Bambang.

Dalam laporan hasil kompilasi data BPKP dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, guru yang telah selesai diverifikasi sebanyak 362.295 guru atau 94,2% dari total usulan verifikasi sebanyak 384.441 guru. Kebutuhan anggaran yang dipersiapkan berdasarkan hasil verifikasi tahap I sebanyak Rp1.679.389.565.565 dan pajak penghasilan yang dibebankan ke negara sebesar Rp136.977.530.209.

Amiruddin Arif selaku auditor BPKP mengatakan data yang masih dalam proeses verifikasi mayoritas dari Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan total 21.447 guru. Namun per 26 April 2019, 4.565 guru atau 21,3% Jawa Barat dan DKI Jakarta telah selesai diverifikasi, sedangkan sisanya ditargetkan selesai pada pertengahan bulan Mei 2019.

“Kami berharap sisanya selesai diverifikasi pada pertengahan bulan Mei 2019, sehingga BPKP dapat menerbitkan laporan kompilasi tahap II yang merupakan laporan akhir dari proses verifikasi data tunggakan tukin guru madrasah,” sambung Amir.

Proses verifikasi data mengalami kemunduran dari jadwal yang ditetapkan. Hal ini menurut pengakuan Amiruddin Arif disebabkan karena tim verifikator membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memeriksa dokumen setiap guru, tiap bulan dan mencocokan dengan data presensi guru.

“Molornya waktu verifikasi data tunggakan tukin guru madrasah dari target waktu yang ditetapkan karena tim verifikator memerlukan waktu yang cukup lama untuk memeriksa dokumen setiap guru pada setiap bulan mulai bulan november 2015 sampai dengan bulan Desember 2019, termasuk mengecek presensi guru”. Jelas Amir.

Direktur GTK Madrasah, Suyitno berharap laporan kompilasi data verifikasi BPKP bisa segera diterima sebagai acuan pengusulan anggaran ke Kementerian Keuangan. “Kami berharap laporan kompilasi dari BPKP bisa segera selasai, sebab itu lah yang bisa dijadikan landasan usulan pada Kemenkeu. Sebab guru-guru sudah menunggu untuk dibayarkan haknya” Kata Suyitno.

Hal senada juga disampaikan Kasubdit Bina GTK MA/MAK, Kastolan bersyukur BPKP telah menyelesaikan kompilasi tahap I data tunggakan tukin guru madrasah.  “Sekarang tinggal proses internal BPKP untuk menerbitkan laporan tersebut secara resmi. Laporan kompilasi tersebut akan menjadi syarat untuk proses usulan perencanaan dan penganggaran di Kementerian Keuangan dan semoga tahun 2019 ini tunggakan tukin guru madrasah bisa dicairkan,” Sambung Kastolan.

sumber : kemenag.go.id

Beasiswa Talenta Digital 2019

Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka kesempatan beasiswa Digital Talent Scholarship. Program Digital Talent Scholarship adalah program beasiswa pelatihan intensif dan sertifikasi yang terbagi dalam 4 akademi:

  1. Fresh Graduate Academy (FGA)
  2. Vocational School Graduate Academy (VSGA)
  3. Coding Teacher Academy (CTA)
  4. Online Academy (OA)

Lokasi Penyelenggaraan tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua, dan tersedia juga pelatihan online.

Pendaftaran Online: digitalent.kominfo.go.id  tanggal 20 April s/d 19 Mei 2019

Jangan lewatkan kesempatan ini dan pastikan dirimu menjadi talenta digital andal Indonesia!!

Salam Cerdas Digital,

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

IG: @digitalent.kominfo

FB: digitalent.kominfo

Twitter: @DTS_kominfo

Telegram: digital talent scholarship 2019

Horee,, PPG Guru Madrasah Sudah Dibuka loh, Cek Persyaratannya

Jakarta – Kementerian Agama melalui Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam membuka pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru yang TMT (Tahun Mulai Tugas) sebelum 31 Desember 2015. PPG sebelumnya hanya bisa diikuti oleh guru dengan TMT sebelum 31 Desember 2005.

Direktur GTK Madrasah, Suyitno menyampaikan alasan PPG bisa diikuti oleh guru yang diangkat sebelum 2015 untuk memberi kesempatan yang lebih luas bagi guru madrasah yang sudah menunggu kesempatan sertifikasi sekian lama.

“Kami memberi peluang yang lebih luas dan harapannya bisa lebih kompetitif.” Kata Suyitno

Adapun Periode pendaftaran PPG dimulai pada tanggal 10 – 28 April 2019 dan dilakukan secara online melalui situs simpatika.kemenag.go.id dengan menggunakan akun masing-masing guru.

“Pendaftaran melalui simpatika secara online yang lebih terbuka dan transparan seiring dengan era revolusi industri 4.0” kata Suyitno

Suyitno juga menyampaikan tahapan proses pendaftaran dimulai dari pemetaan linieritas pendidikan S1/D-IV, pendaftaran peserta, seleksi administrasi dan terakhir seleksi akademik.

Syarat yang harus dipenuhi oleh pendaftar sudah diangkat sebagai guru madrasah sejak tahun 2015. “Syaratnya sudah terdaftar sebagai guru sejak 31 Desember 2015” jelas Suyitno

Pelaksanaan seleksi akademik juga dilakukan secara online yang meliputi tes potensi akademik, tes pedagogik, tes bidang studi dan tes bakat dan minat.

“Bagi guru yang belum lulus tes seleksi akademik tahun sebelumnya diperbolehkan mendaftar ulang untuk mengikuti seleksi akademik” tambah Suyitno

Pengumuman tempat pekalsanaan seleksi akademik di Tempat Ujian Kompetensi (TUK) akan diumumkan beberapa hari ke depan.

Jangan Anggap Enteng Bacaan Ringan

,

Sebagai orang tua, tentu saja bahagia melihat anak-anak menyukai kegiatan membaca buku. Meskipun demikian, ada juga orang tua  berpendapat hanya buku-buku tertentu saja yang dianggap “layak” untuk dibaca. Bahkan, ada yang cenderung mengarahan anaknya untuk membaca buku-bu nonfiksi saja. Benarkah bacaan fiksi itu ringan dan kurang sarat nilai?

Fiksi merupakan cerita rekaan yang tentu saja tidak persis dalam kehidupan nyata. Namun, setidaknya harus diingat apa yang pernah dikatakan A Teeuw, bahwa karya sastra tidak lahir dari kekosongan budaya. Artinya, cerita fiksi dapat menggambarkan kebudayaan yang hidup pada masyarakat tertentu dan pada kurun waktu tertentu.

Pada bacaan fiksi ada banyak pelajaran yang dapat dipetik. Selain itu dengan penggunaan gaya bahasa fiksi justru pembaca, lebih-lebih usia anak-anak sampai remaja, akan lebih mudah menyerap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mengapa demikian? Karena tanpa disadari, pembaca dengan sendirinya, secara otomatis, akan mengidentifikasikan dirinya menjadi salah satu tokoh dalam cerita yang dibacanya. Terlebih lagi novel yang memiliki jalan ceritanya lebih panjang dan relatif rumit permasalahan yang dihadapi oleh para tokoh-tokohnya. Perasaan menjadi pelaku tokoh utama tumbuh menjadi lebih kuat lagi.

Penulis kesohor Tere Liye rupanya menangkap peluang emas pentingnya bacaan enteng (cerita sehari-hari). Ia sering mengambil peran kesederhanaan sosok ibu. Sosok ibu yang di balik kesederhanaan terpendam jurus jitu dalam membesarkan anak. Sebut saja dalam Novel Seri Anak Mamak: Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. Keempat novel tersebut menggambarkan kehidupan anak-anak dari sepasang suami isteri sederhana. Kedua orang tuanya bermata pencaharian sebagai petani di hutan. Bisa dibayangkan, tentu saja kehidupan mereka jauh dari gemerlapan kota dan kemewahan sarana prasarana.

Lalu dengan segala keterbatasan itu apakah mengungkung mereka? Tidak pernah. Mereka tetap tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan bermental baja. Gaya bahasa lugas khas anak-anak dan racikan kisah sehari-hari justru dapat dinikmati oleh semua kalangan, tak hanya anak-anak. Sebuah oase segar, terutama bagi yang menginginkan sebuah novel berlatar pedesaan bukan metropolitan.

Sebagai contoh, tokoh Pukat dan Burlian yang pernah mengeluhkan makanan yang mereka makan sehari-hari. Rupanya Mamak telah menyiapkan hukuman yang kelak akan mereka ingat seumur hidup. Bukan hukuman fisik semata, tetapi lebih kepada hukuman yang mendidik. Mereka mendapatkan hukuman menanam padi. Ya, mereka benar-benar dilibatkan mulai dari proses membuka hutan hingga acara memanen. Bahkan, karena kecerobohannya hampir saja membuat mereka termakan si jago merah. Dari situ, mereka akan lebih mengerti bagaimana sepiring nasi dihidangkan, melalui perjuangan yang tidak mudah. Maka, sudah selaiknya, memuji makanan alih-alih mencaci.

Ada lagi tokoh Amelia yang sering menuduh kakaknya galak, tak punya empati, dan suka mengatur. Orang tuanya memiliki kiat jitu untuk memaafkan tugas seorang kakak kepada Amelia. Ia diminta melakukan segala hal biasa dilakukan oleh Eliana. Amelia yang biasanya bangun harus dibangunkan, mendadak berkewajiban untuk menyiapkan makanan orang serumah dan membangunkan kedua kakak lelakinya. Dia menjadi tahu, betapa besar pengorbanan seorang kakak, dan betapa beban yang dipikul tak ringan, serta tanggung jawab yang tidak mudah. Pada akhirnya Amelia pun tahu, Eliana sangat menyayanginya. Amelia benar-benar menangis saat ia jatuh di hutan dan kakaknya yang menggendong hingga sampai rumah dan jatuh pingsan.

Ada cerita lagi tentang Burlian dan Pukat yang mengatakan kalau mencuci perangkat dapur dan pakaian adalah tugas seorang perempuan bukan tugas laki-laki. Dengan senang hati Mamak mengalihkan “pekerjaan perempuan”  itu kepada keduanya. Mereka nantinya akan tahu bahwa ternyata urusan makan tidak sekadar masuk perut dan kenyang. Ada pekerjaan lain menanti di ujung acara makan, yaitu  membereskan piring-piring kotor dan gelas. Tentu saja, itu bukan pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh seorang perempuan.

Suatu hari, Burlian pernah menuntut sebuah hadiah sepeda. Memang ia mendapatkan sepeda yang diinginkan. Namun, di kemudian hari ia harus menebus dengan penyesalan yang mendalam. Ternyata, uang yang digunakan itu adalah uang dari hasil menggadaikan cincin kawin ayah ibunya. Sampai masa jatuh tempo tidak bisa menebus cincin tersebut dan cincin orang tua merka pun terlelang. Cincin kawin yang tak pernah kembali lagi. Burlian tahu saat tak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tuanya lepas tahajud. Mamak yang tak pernah menangis itu menangis di depan suaminya.

Dengan demikian, membaca sebuah cerita itu banyak hal yang didapatkan. Bahkan, dalam sekuel novel tersebut juga terdapat sembilan nilai integritas pendidikan antikorupsi, yang meliputi jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja  keras, sederhana, berani dan adil. Kesemua nilai itu terdapat di novel seri anak mamak yang notabene sering kali dikatakan sebagai bacaan ringan. Masihkah menganggap enteng bacaan ringan?

Penulis : Yeti Islamawati, S.S. Guru di MTsN 9 Bantul. (surel yetiislamawati@gmail.com; IG: @yetiislamawati; FB: Yeti Islamawati)

tulisan ini pernah dimuat dalam solopos edisi 24 Februari 2019

Alur Proses Pembayaran Tunjangan Kinerja Guru PNS

,

Pembayaran Tunjangan Kinerja bagi Guru PNS Madrasah mengacu pada Perpres Nomor 154 Tahun 2015, Tunjangan Kinerja Pegawasi di Lingkungan Kementerian Agama dan PMA Nomor 29 Tahun 2016 tentang Pemberian, Penambahan dan Pengurangan Tunjangan Kinerja Pegawai pada Kementerian Agama.

Namun pada prosesnya, Kementerian Agama sudah berusaha keras melakukan segala langkah dan kebijakan untuk mempercepat proses pembayaran tunjangan kinerja guru PNS. proses dalam pembayaran tunjangan kinerja sebagai berikut:

  1. Pendataan, proses ini sudah dilakukan oleh Kementerian Agama sejak tahun 2018. hal ini dimaksudkan agar memperoleh data pasti sebagai penunjang besaran anggaran yang dibutuhkan.
  2. Penyusunan Juknis, langkah ini telah selesai dilakukan oleh Kementerian Agama dengan keluarnya Peraturan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6243 Tahun 2018.
  3. Pembahasan di DPR RI,  Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam telah melakukan beberapa kali Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI agar usulan anggaran pembayaran tunjangan kinerja bisa disetujui.
  4. Penyampaian Surat Menteri Agama ke Kementerian Keuangan.
  5. Pembahasan di Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Agama, Kementerian Agama melalui Direktorat GTK Madrasah sudah mengadakan beberapa kali pertemuan dan rapat dengan DJA terkait dengan usulan anggaran pembayaran tukin guru madrasah berdasarkan data yang sudah dikumpulkan sebelumnya.
  6. Pengajuan Verval ke BPKP, Kementerian Agama sudah mengajukan permohonan verval ke BPKP untuk pembayaran tujangan tukin terhutang, ini sesuai dengan regulasi yang mengatakan apabila nilai anggaran terhutang di atas dua miliar, maka yang melakukan verval adalah BPKP.
  7. Rakor Pembahasan Instrumen Verval oleh BPKP dan Itjen Kementeria Agama.
  8. Pelaksanaan Verval oleh BPKP dan Itjen, ini sudah dilaksanakan oleh BPKP dan didampingi oleh Itjen Kemenag pada bulan Maret 2019. beban verval yang begitu tinggi mangakibatkan penambahan durasi masa verval, dari sebelumnya dijadwalkan 2-3 minggu, namun realisasinya membutuhkan waktu 3-4 minggu.
  9. Penyerahan Hasil Verval, sampai tulisan ini dimuat (2 April 2019), Kementerian Agama belum mendapatkan data final hasil verval yang dilakukan oleh BPKP.
  10. Proses Penganggaran dan Pembayaran Tunjangan Kinerja, setelah data hasil verval dinyatakan selesai, maka data tersebut diajukan ke Kementerian Keuangan untuk proses penganggaran.

Semua proses yang menjadi domain Kementerian Agama sudah dijalakan dengan semaksimal mungkin, semoga proses penganggaran bisa segera disetujui dan secepatnya bisa dibayarkan.

-Admin-