Dir GTK Madrasah, Guru Harus Miliki Karakter

Blitar (Kemenag) — Guru madrasah dalam mengajar harus miliki karakter.  Bagaimana anak-anak didik memiliki karakter, jika gurunya tidak memiliki karakter dan kepribadian.

Demikian disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Suyitno saat memberikan sambuta pafa kegiatan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah se Kabupaten dan Kota Blitar, di MAN 1 Kab Blitar, Selasa (28/8).

Dikatakan Suyitno, dalam UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bahwa seorang guru harus memiliki kepribadian (personality competent) selain sosial, profesional. “Kepribadian yang saya maksud adalah kepribadian Indonesia,” ujarnya.

“Guru yang hebat dan bermartabat adalah guru yang memiliki kepribadian Indonesia,” tegasnya.

Menurut Suyitno, dibalik prestasi anak-anak yang menjuarai KSM, AKSIOMA, Olimpiade baik tingkat Nasional maupun Internasional, ada perjuangan guru yang hebat.

Suyitno menegaskan, guru garda terdepan dalam membentuk kualitas putra-putri negeri ini. “Kalo kualitas guru rendah, maka bukan tidak mungkin kualitas anak didik akan ikut rendah,”pungkasnya.

Kepala Kemenag Kab Blitar Suhadi, mengatakan bahwa kegiatan yang bertempat di MAN 1 Kab Blitar ini merupakan kegiatan atas kerjasama Seksi Pendidikan Madrasah Kemanag Kab dan Kota Blitar.

“Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan profesionalisme kinerja bagi guru-guru madrasah PNS,” ujar Suhadi.

Salah seorang peserta, Kepala MAN 1 Kota Blitar Selamet Waluyo, menuturkan sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilakukan Direktur GTK Madrasah. Menurutnya, dengan turunnya Direktur GTK Madrasah ke daerah, setidaknya bisa mendengar aspirasi dari para guru di daerah.

“Kegiatan ini sangat bagus, dengan turunnya Direktur ke bawah, minimum bisa mendengar aspirasi atau suara para guru,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 350 guru madrasah PNS tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) se Blitar Raya.

Sumber: kemenag.go.id

Berawal dari Mengabdi, Hingga jadi Sosok Guru Berprestasi

,

Dr. H. Darmadi, S.Ag., M.M., MM.Pd., M.Si., lahir di Desa Bandar Agung, Kecamatan Gunung Balak, Kabupaten Lampung Tengah (Sekarang Lampung Timur), Provinsi Lampung, pada tanggal 28 Oktober 1975. Putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Bapak Supardi dan Ibu Siti Aminah ini memulai pendidikannya dari Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Labuhan Maringgai Lampung Timur, selama enam tahun, tamat tahun 1988. Setelah itu melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sriwijaya Labuhan Maringgai Lampung Timur, tamat pada tahun 1991. Kemudian, melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas di Madrasah Aliyah (MA) Sriwijaya Labuhan Maringgai Lampung Timur, tamat pada tahun 1994. Setelah menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah (MA), menjadi tenaga pengajar sukarela di almamaternya (MI Nurul Huda, MTs dan MA Sriwijaya Labuhan Maringgai) selama dua tahun (1994-1996).

Pendidikan Tinggi diawali pada tahun 1996 dengan menempuh pendidikan S1 di IAIN (UIN) Raden Intan Lampung, Fakultas Tarbiyah, Jurusan PAI, dengan tetap menjadi tenaga pengajar sukarela di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam Jatiagung Lampung Selatan, dan sebagian besar biaya adalah beasiswa, selesai pada tahun 2001. Kemudian, karena ketertarikannya pada bidang manajemen, kembali menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Manajemen T.Malahayati, pada Program Studi Manajemen, selesai pada tahun 2004. Selanjutnya, menyelesaikan pendidikan pasca sarjana Strata Dua (S2) pada tiga perguruan tinggi, yaitu: Pertama, Program Pasca Sarjana Universitas Surapati, Program Studi Magister Manajemen, selesai pada tahun 2007, kedua, Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Manajemen IMNI, Program Studi/Konsentrasi Magister Manajemen/ Manajemen Pendidikan, selesai pada tahun 2009, dan ketiga, Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi “YAPPANN”, Program Studi/Konsentrasi Magister Ilmu Administrasi/ Administrasi Pendidikan, selesai pada tahun 2010. Setelah itu, pada tahun 2010 mendapatkan beasiswa Tugas Belajar untuk melanjutkan pendidikan Strata Tiga (S3) Program Doktor Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I, Program Studi/Konsentrasi Ilmu Manajemen/ Manajemen  SDM, selesai pada tahun 2015.

Yang bersangkutan, sehari-hari berprofesi sebagai Guru PNS di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung, DPK pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Terpadu Darul Ulum Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah, NIP. 19751028 200501 1 009, Pangkat/Golongan: Pembina (IV/a), Jabatan: Guru Madya dengan Tugas Tambahan Kepala Sekolah.

Selain mengajar, juga aktif menulis di berbagai media massa. Opini, Resensi Buku dan Artikel lepasnya pernah dimuat di Lampung Post, Senator Lampung, Haluan Lampung, Radar Lampung, Handal, Trans Sumatera, Lampung Ekspres, Haluan Padang, Inilah Koran, Inilah Korancom, Melayu Pos, Banten Pos, Kabar Banten, Koran Madura, Musibanyuasin Pos, Fokus Lampung, Koran Kita, Bhirawa, Malut Post, Harian Jambi, Sinar Matahari, Voting Lampung, Sulut Post, Koran Jakarta, Merah Putih Pos, Global Pos-Pos, Faktual, Lex Specialist, Tabloid Superschool, Jurnal Quantum Edukasi, dll.

Adapun buku yang telah ditulis dan diterbitkan selama dua tahun terakhir (2007-2018):

  1. Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa (Deepublish, Yogyakarta, 2017)
  2. Rekonstruksi Peradaban Islam (Anugrah Utama Raharja, Bandar Lampung, 2017), Episentrum Pendidikan Seks Bagi Anak Dalam Panorama Islam (Anugrah Utama Raharja, Bandar Lampung, 2017)
  3. Simponi Pendidikan Akhlak Remaja Dalam Denting Dawai Modernisasi (Anugrah Utama Raharja, Bandar Lampung, 2017)
  4. Integrasi Agama dan Ilmu Pengetahuan (Diandra Kreatif, Yogyakarta, 2017)
  5. Hidup Sehat Dengan Terapi Air Wudhu (Diandra Kreatif, Yogyakarta, 2017)
  6. Pendidikan Islam Dalam Paradigma Emotional Spiritual Quotient (Pustaka Ali Imron, Bandar Lampung, 2017)
  7. Ada Apa Dengan Bunga Bank? “Menelisik Metode Ijtihad Fiqih Kontemporer NU dan Muhammadiyah Dalam Merespon Persoalan Bunga Bank” (Anugrah Utama Raharja, Bandar Lampung, 2017)
  8. Manajemen Sumber Daya Manusia Kekepalasekolahan “Melejitkan Produktivitas Kerja Kepala Sekolah dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi” (Deepublish, Yogyakarta, 2017)
  9. Simponi Pendidikan Akhlak Remaja Dalam Denting Dawai Modernisasi (Hanum Publisher, Grobogan, 2017)
  10. Strategi Kepala Sekolah Melejitkan Mutu Pendidikan (Pusaka Media, Bandar Lampung, 2017)
  11. Media Pembelajaran Pai Berbasis Pendekatan Saintifik (Pusaka Media, Bandar Lampung, 2017)
  12. Guru Dan Implementasi Pembelajaran Tuntas (Pusaka Media, Bandar Lampung, 2017)
  13. Manajemen Sumber Daya Manusia Kekepalasekolahan: “Melejitkan Produktivitas Kerja Kepala Sekolah dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi” (Pustakapedia, 2017)
  14. Menyemai Benih Karakter dari Pojok-Pojok Sekolah (AE Publishing, Malang, 2017)
  15. Keluarga Sebagai School of Love (Ahsyara Media Indonesia, Kendal, 2018)
  16. Guru Jembatan Revolusi (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  17. Aborsi Pendidikan (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  18. Mendidik Adalah Cinta “Menjelajah Pendidikan Ramah Anak di Rumah dan Sekolah” (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  19. The Smiling Teacher: Tips Efektif Menjadi Guru Senang dan Menyenangkan (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  20. Good Teacher: Menjelajah Kepribadian dan Keteladanan Guru Dalam Mengukir Akhlak Siswa Melalui Pendidikan Karakter (Guepedia.com,Bogor, 2018)
  21. Pendidikan Spiritual Anak Usia Dini Dalam Cakrawala Pendidikan Islam (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  22. Mengembangkan Paradigma Baru Kinerja Guru (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  23. Guru Abad 21 “Perilaku dan Pesona Pribadi” (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  24. Optimalisasi Strategi Pembelajaran: Inovasi Tiada Henti Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  25. The Amazing Shalat: Mengungkap Nilai-Nilai Shalat Lima Waktu Dalam Perspektif Pendidikan Islam (Aura Publishing, Bandar Lampung, 2018)
  26. Membaca Yuuk..! “Strategi Menumbuhkan Minat Baca pada Anak Sejak Usia Dini” (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  27. Pluralisme Agama dan Rekontruksi Peradaban Islam dalam Rancang Bangun Pendidikan Islam (Jendela Sastra Indonesia, 2018).
  28. Konservasi SDM Dalam Ekosistem Pendidikan Islam (Jendela Sastra Indonesia, 2018)
  29. Mahalnya Sekolah Murah (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  30. Kurikulum dan Prakmatisme Pendidikan (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  31. Model-Model Pembelajaran Inovatif (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  32. Menyemai Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  33. Menyemai Benih MBS (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  34. Sekolah itu Indah (Guepedia.com, Bogor, 2018).
  35. Dan beberapa naskah buku yang sedang naik cetak di berbagai penerbit.

Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, juga aktif sebagai pengurus organisasi profesi, keagamaan dan sosial, antara lain sebagai pengurus: PGRI Kabupaten Lampung Tengah, Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Lampung Tengah, Gerakan Pramuka Kwarcab Lampung Tengah, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Lampung Tengah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lampung Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Tengah, Dewan Masjid Indonesia (MDI) Kabupaten Lampung Tengah, Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Kabupaten Lampung Tengah, PC Nahdlatul Ulama Lampung Tengah, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Lampung Tengah, Tim Pengembang Kurikulum Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Forum Komunikasi Madrasah (Forkomad) Kabupaten Lampung Tengah, dll. Di samping itu, juga sering diundang menjadi peserta/pembicara/pemateri/ instruktur di berbagai kegiatan ilmiah, baik lokal maupun nasional.

Prestasi Akademik dan Penghargaan yang pernah diperoleh sebagai seorang pendidikan, selama 3 (tiga) tahun terakhir, adalah:

1) Juara I Kompetisi Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Berprestasi Tingkat Kabupaten Lampung Tengah tahun 2015,

2) Juara I Kompetisi Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung tahun 2015,

3) Juara Harapan II Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2015,

4) Juara III Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2016,

5) Penghargaan Guru Berbakat dan Berprestasi Tahun 2016 Tingkat Provinsi Lampung, dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung,

6) Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presisde Republik Indonesia pada Tahun 2015,

7) Anugerah ”Nugra Jasadarma Pustaloka Tahun 2017” dari Perpustakaan Nasional RI kategori Buku (Pustaka) Terbaik Bidang Kesehatan Masyarakat, dengan judul buku ”Hidup Sehat dengan Terapi Air Wudhu”,

8) Juara I (Pertama) Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2017,

Direktorat GTK Madrasah Lepas Keberangkatan Alumni Madrasah ke IKIM Malaysia

, ,

Jakarta – Direktorat GTK Madrasah melepas alumni madrasah yang akan mengenyam pendidikan vokasi di Institut Kemahiran Industri Melaka  (IKIM) Malaysia selama satu tahun.

Rombongan yang berjumlah 12 orang, terdiri dari 10 peserta, 1 orang tua dan 1 pendamping dari Tazakka Foundation  diterima langsung oleh Direktur GTK Madrasah di ruangannya di Jakarta. Hari ini, Rabu (15/8).

Direktur GTK Madrasah, Suyitno mengatakan ini merupakan langkah awal dari tindak lanjut kerjasama yang sudah terjalin dengan IKIM pada bulan mei yang lalu. Baca juga: https://kemenag.go.id/berita/read/507814

“Ini tindak lanjut kunjungan ke IKIM, kelebihannya bisa lingmatch dengan perusahan/industri langsung.  harapanya ke depan kita bisa mengirimkan guru-guru kita.” Kata Suyitno.

Ia juga menambahkan bahwa sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh IKIM diakui tangkat ASEAN. Sehingga meningkatkan daya saing di era Masyarakat Ekonomi Asean sekarang ini.

Ketua Tazakka Fundation, Khozin yang ikut bersama rombongan mengatakan bahwa program ini untuk memfasilitasi anak didik dalam menghadapi persaingan global. Sehingga IKIM Malaysia dipilih karena ada pengalaman langsung di dunia industri.

“Ada sentuhan vokasinya. Anak kita sudah mulai punya wawasan global. MEA sekarang.” Kata Khozin sesaat setelah pertemuan dengan jajaran Direktorat GTK Madrasah.

Khozin menambahkan peserta berasal dari berberapa daerah yaitu Aceh, Jakarta, Brebes dan Samarinda. Ia juga berharap melalui program ini menghasilkan generasi yang gemilang.

“Mereka akan menjadi generasi yang punya kompetensi yang cukup, karena kita ingin madrasah tidak hanya menguasai agama tapi juga teknologi.” Jelas Khozin.

Salah satu peserta asal Samarinda Irfan Rifqiawan mengatakan alasan mengikuti program ini agar mengetahui lebih dalam dunia industri. “Menjadi lebih baik, pengen mendalami dunia industri.” Kata Irfan.

Hadir juga dalam pertemuan ini Kasubdit Bina GTK RA, Siti Sakdiyah, Kasubdit Bina GTK MI/MTs, Kidup Supriyadi, Kasi Bina Guru MI/MTs, Mustofa Fahmi, Kasi Bina Tendik MI/MTs, Sahrul Shobirin dan Kasubbag Tata Usaha, Sidik Sisdiyanto.

Kemenag dan Pemkab Lombok Utara Jajaki Kerjasama Pendidikan Dengan IKIM Malaysia

, ,

Malaysia (Kemenag) — Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjajaki kerjasama dalam pengembangan pendidikan madrasah dengan Institut Kemahiran Industri Melaka  (IKIM) Malaysia. Hal itu terungkap dalam kunjungan Direktur GTK Madrasah Suyitno bersama Pemkab Lombok ke IKIM Malaysia.

Menurut Suyitno, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Direktorat GTK Madrasah dengan Pemkab Lombok Utara, NTB yang sudah ditandatangani pada 31 Januari 2018. “Kerjasama ini difokuskan pada pengiriman alumni Madrasah Aliyah dan short course bagi guru madrasah untuk penguatan di bidang industri,” tutur Suyitno di Malaysia, Rabu (23/05).

Menurut Suyitno, kerjasama mencakup pengembangan kompetensi guru madrasah. Kemitraan akan dimulai dengan pelatihan guru madrasah oleh IKIM Malaysia. Pelatihan ini sekaligus  menjadi sarana transfer of knowledge and transfer of technology.

“Alhamdulilah usulan disambut baik oleh CEO IKIM. Mereka menyanggupi untuk memberikan pelatihan pada 50 guru madrasah tanpa dikenakan kewajiban tuition fee,” ujar Suyitno.

CEO IKIM Datuk Regu mengatakan, IKIM berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja Malaysi. Kampus ini berlokasi di areal yang menyatu dengan 11.000 pabrik dalam satu Kawasan industri. IKIM sudah menjalin sinergi dengan 21 perusahaan.

“Pola perkuliahan memiliki keunggulan dengan 30% teori dan 70% praktek langsung di Industri sesuai dengan jurusan yang dipilih mahasiswa,” jelas Datuk Regu.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, antusias dengan rencana kerjasama ini. Pihaknya akan melakukan perencanaan lebih teknis terhadap dua pendekatan yang ditawarkan IKIM. Pendekatan pertama, kuliah dengan sistem full time di mana persiapan calon mahasiswa dilakukan di IKIM selama 1 semester,  selanjutnya semester kedua baru praktek di industri. Pada pendekatan ini, selama semester pertama, siswa belum mendapatkan allowance sehingga biaya menjadi beban yang harus ditanggung mahasiswa.

Pendekatan kedua, persiapan dilakukan di Lombok Utara. Guru-guru akan dilatih melalui kerjasama IKIM bersama Direktorat GTK Madrasah. “Selanjutnya kami akan menyiapkan calon mahasiswa di madrasah, pesantren, dan juga SMK setempat,” ujar Nazmul.

Selain Direktur GTK dan Bupati Lombok Utara, dalam pertemuan tersebut hadir juga Kasubdit MA/MAK Kastolan, Kasubag TU GTK Madrasah Sidik Sisdiyanto dan Konsultan PPKB Abdul Munir, serta jajaran Pemkab Lombok Utara.

sumber: kemenag.go.id

Sambut Hari Kemerdekaan, Guru Madrasah Asal Lampung Mampu Terbitkan 3 Buku Sekaligus

,

 

Jakarta – Keahlian menulis guru madrasah patut diapresiasi. salah satu guru madrasah yang terbilang sangat aktif dalam memproduksi tulisan adalah Darmadi. Ia merupakan seorang guru MTs Terpadu Darul Ulum Lampung.

Kondisi madrasah yang terbilang jauh dari pusat kota, kurang lebih 76 KM dari Bandar Lampung, tidak menghalangi Darmadi untuk rajin dan produktif dalam menulis.

Produktifitas menulis Darmadi terlihat dari jumlah buku karanganya yang sudah mencapai puluhan. Tercatat dalam bulan Agustus ini saja, Darmadi mampu menerbitkan 3 buku langsung. Selain buku Pluralisme Agama, ada juga buku Membaca yuk, “buku adalah jendela dunia” dan buku Optimalisasi strategi pembelajaran yang terbit di bulan Agustus 2018.

Dalam buku terbaru yang berjudul Pluralisme Agama dan Rekonstruksi Peradaban mencoba mengangkat konsep implementasi pluralisme dalam dunia pendidikan Islam.

 

selain itu, buku ini juga membahas mengenai rekonstruksi peradaban Islam. isu ini sudah berkembang diantara para pemikir Islam dipenjuru dunia.

pada bagian berikutnya, Darmadi juga merespon fenomena baru dunia pendidikan Islam yaitu kajian terhadap integrasi ilmu agama dan sains. integasi keilmuan yang menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan. sehingga kedepan mampu menghasilkan generasi muslim memiliki keilmuan tinggi dan tetap memiliki dasar keimanan yang kuat.

Kemenag Perkuat Wawasan Keagamaan Pegawai dan Guru

Tangerang (Pendis) – Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah melakukan pembinaan penguatan wawasan keagamaan untuk para pegawai di lingkungan Direktorat GTK Madrasah.

Acara yang dikemas dengan metode penguatan spiritual keagamaan berlangsung tanggal 20-22 Juli 2018 di bilangan BSD Tanggerang.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat GTK Madrasah Sidik Sisdiyanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhiyar Direktorat membangun semangat para pegawai dalam memberikan pelayanan dengan niat ikhlas.

“Pegawai harus mampu memberikan pelayanan yang baik dan bagi guru harus menjadi uswatun hasanah dalam mengajar,” ujar Sidik saat memberikan arahan teknis kegiatan, di Tangerang, Jumat (20/7).

Kasubdit Bina GTK MI/MTs Kidup Supriyadi mengatakan bahwa ditengah berlakunya Kurikulum K13, seorang guru harus menguasai 2 komponen materi. Pertama, guru harus menguasai materi pokok. “Materi pokok yang diajarkan sehari-hari kepada peserta didik harus dikuasai dengan matang, tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.

Kedua, lanjut Kidup, guru harus menguasai materi tambahan. menurutnya, materi tambahan tidak kalah penting, karena sebagai penopang materi utama.

Kidup mencontohkan, seorang guru matematika harus mampu menguasai materi keagamaan, sehingga yang bersangkutan mampu mengintegrasikan pembelajaran matematika dan nikai-nilai keagamaan.

“Walau bukan guru agama, tapi nilai-nilai agama bisa dimasukan ke setiap materi pembelajaran non keagamaan,” imbuh Kidup.

Kasubdit Bina GTK RA, Siti Sakdiyah mengingatkan agar menjaga anak dari pengaruh negatif teknologi, salah satunya pornografi. Menurutnya, paparan itu sangat berdampak pada mental anak.

“Materi nilai-nilai keagamaan harus terus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan madrasah, lingkungan bermain dan lebih penting lingkungan keluarga,” pungkasnya.

Kegiatan diikuti seluruh pejabat eselon 4 dan 3 dilingkungan Direktorat GTK Madrasah, Para Staff serta beberapa guru madrasah dari Jabodetabek dan Jawa Tengah. (maryani/dod)

sumber: pendis.kemenag.go.id

Kompetisi Anugerah Konstitusi Tahun 2018

, ,

 

 

Kompetisi yang diperuntukan bagi guru pendidikan kewarganegaraan di madrasah/sekolah se-Indonesia. yuk buruan ikutan kompetisnya. panduan lengkap bisa didownload disini

Kemenag Perkuat Tata Kelola Data Guru dan Tendik Madrasah

Lombok (Kemenag) — Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama terus memperkuat tata kelola data guru dan tenaga kependidikan madrasah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan sinkronisasi data melalui SIMPATIKA (Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Kementerian Agama).

“Singkronisasi data Simpatika sebagai ikhtiyar meningkatkan kualitas tata kelola guru dan tenaga kependidikan madrasah,” ujar Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MI/MTs Kidup Supriyadi, di Lombok, Selasa (24/07).

Upaya Direktorat GTK Madrasah ini diapresiasi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat , Nasaruddin. Menurutnya, keberadaan para tenaga pengelola data GTK Madrasah (SIMPATIKA) sangat diperlukan sehingga mampu menciptakan data yang baik dan konsisten.

“Data GTK Madrasah menjadi faktor yang sangat menentukan berhasil atau gagalnya sebuah rencana terutama dalam program peningkatan kualitas GTK di madrasah,” ujar Nasaruddin.

Ketua panitia kegiatan Mustofa Fahmi melaporkan, kegiatan ini diikuti 35 peserta, terdiri dari admin SIMPATIKA Kanwil Kementerian Agama Provinsi se Indonesia dan beberapa perwakilan dari Ditjen Pendidikan Islam. Dalam kegiatan ini, dilakukan sinkronisasi data kekurangan anggaran Tunjangan Profesi bagi Guru Madrasah tahun anggaran 2018 (on going), terhutang tahun anggaran 2017 dan kebutuhan tahun anggaran 2019. Selain itu, dibahas juga data anggaran insentif guru bukan PNS tahun anggaran 2019.

Dikatakan Fahmi, salah satu hal penting yang menjadi fokus pembahasan adalah harmonisasi kebijakan dalam menyusun dokumen SOP layanan program SIMPATIKA yang meliputi: SOP pembayaran tunjangan profesi, SOP sertifikasi guru dan SOP keaktifan guru.

“Ketiga SOP ini nantinya akan menjadi pedoman yang dapat diakses seluruh masyarakat karena diintegrasikan melalui Tim PTSP Kementerian Agama,” terang Fahmi.

sumber: kemenag.go.id

Irjen Kemenag Minta Layanan SIMPATIKA Dukung Pelaksanaan e-Audit

Lombok (Kemenag) — Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA) sudah memasuki tahun keempat. Irjen Kemenag minta layanan ini terus ditingkatkan, utamanya agar dapat mendukung pelaksanaan e-Audit.

Hal ini disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag) M. Nur Kholis Setiawan, saat menjadi Narasumber pada kegiatan Sinkronisasi Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lombok, Rabu (25/07).

Menurut Nur Kholis, SIMPATIKA dibangun saat dirinya menjabat sebagai Direktur Pendidikan Madrasah. Saat itu, SIMPATIKA hadir sebagai tindak lanjut atas rekomendasi audit kinerja BPK dan Inspektorat Jenderal. Saat itu, keduanya meminta dilakukan revitalisasi tata kelola data tunjangan profesi guru dan menyusun regulasi yang terkait dengan pembayarannya.

“Hal tersebut menjadi alasan untuk dibentuk sebuah alat bantu yang mampu menganalisa beban kerja guru madrasah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,”  jelas Guru Besar UIN Sunan Kalijaga.

Nur Kholis mengapresiasi keberhasilan tim SIMPATIKA dalam meningkatkan kualitas tata kelola data guru madrasah. Dia yakin,  SIMPATIKA bisa menjadi sarana pembayaran tunjangan profesi guru berbasis data valid.

“Ke depan SIMPATIKA tidak hanya menyajikan data tunjangan profesi dan sertifikasi guru saja, akan tetapi mampu menyelesaikan penghitungan selisih antara tunjangan kinerja dan tunjangan profesi khusus bagi guru PNS yang belum sertifikasi,” harapnya.

M Nur Kholis menilai, SIMPATIKA berpotensi membantu pelaksanaan e-audit. Menurutnya, penyederhanaan audit dilaksanakan dengan tujuan efisiensi anggaran perjalanan dinas dan menjangkau satuan kerja yang selama ini belum memungkinkan untuk didatangi auditor.

Sudah saatnya SIMPATIKA memasuki fase pemantapan dengan menjadi rujukan data GTK di Kementerian Agama. “Oleh karena itu, para guru diminta mampu merespon eksistensi SIMPATIKA dengan terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya penguasaan literasi berbasis sistem informasi online,” tegas Nur Kholis.

Kegiatan ini diikuti peserta dari 34 Admin SIMPATIKA Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan beberapa perwakilan dari Ditjen Pendidikan Islam.

sumber: kemenag.go.id

Kemenag akan Revisi UU Guru dan Dosen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menilai UU 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Karenanya, UU tersebut perlu dikaji ulang. “UU 14 tahun 2005 sudah expired, sehingga mendesak untuk direvisi,” ujar Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Suyitno, dalam keterangan tulis, Senin (23/7).

Menurut Suyitno, pemisahan Undang-Undang guru dan Dosen urgen untuk dilakukan. Mengingat permasalahan dan kondisi ril di lapangan yang berbeda.  “Masalah guru dan dosen berbeda. Jadi perlu mendapat perlakuan dan payung hukum yang berbeda pula,” kata Suyitno.

Lebih lanjut, Suyitno menganggap UU 14 tahun 2005 belum mengakomodir unsur tenaga pendidikan dan belum mampu menjawab tantangan dan isu guru saat ini. Mantan Dekan Fisip UIN Palembang ini juga menginginkan tunjangan fungsional guru diaktifkan kembali.

Hal itu penting sebagai usaha pemerataan gaji guru secara nasional dan upaya perlindungan terhadap guru. Kajian terhadap rancangan RUU guru mencakup revitalisasi peran guru, mekanisme kontroling, sistem penilaian, desentralisasi guru dan mekanisme rekrutmen guru.

sumber: republika.co.id