Berita Terbaru|

 

Semarang (Pendis) — Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag RI terus mengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (tendik) yang semakin dibutuhkan di tengah pandemi. Karena kualitas pendidik dan tendik yang unggul, berkarakter positif akan memberikan ruang tumbuh inovasi dan prestasi untuk pemberdayaan lingkungan terutama pendidikan madrasah.

Berangkat dari harapan tersebut, Direktorat GTK Ditjen Pendis mengundang perwakilan guru dan tendik berprestasi dan inspiratif dari seluruh Indonesia dalam kegiatan yang bertajuk “Pengembangan Kapasitas Diri Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi”, berlangsung pada Kamis – Sabtu, 27-29 April 2021 di Semarang.

Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain, menyampaikan secara virtual  bahwa pandemi Covid 19 yang melanda telah mengguncang dunia dan tantangan bagi perkembangan ekonomi, percaturan politik, dunia pendidikan dan bahkan agama. “Learning loss merupakan dampak paling nyata dalam dunia pendidikan kita,” tegas Zain, di Jakarta, Jum’at (28/05).

Menurut Zain, semua aktivitas pendidikan pada semua level hampir-hampir terhenti. Sebab pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah terbukti kurang efektif apalagi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Learning Loss merupakan suatu keadaan peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya. Meskipun sudah diberlakukan kurikulum darurat. Zoom vertigo/kelelahan mengikuti zoom juga merupakan gejala umum yang dialami anak-anak kita. Angka putus sekolah juga meningkat akibat pandemi Covid 19.

Zain menegaskan kepada para guru dan tenaga kependidikan agar terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi dirinya serta mengubah mindsetnya agar tidak tergagap-gagap menghadapi situasi new normal ini.

“Saya berharap dengan diadakannya kegiatan ini dengan narasumber yang kapabel dapat memberikan tambahan pengembangan diri bagi para peserta yang hadir,” ungkap Zain.

Zain menambahkan, persiapan pembelajaran tatap muka perlu segera dilakukan. Hal ini terkait dengan kesuksesan program vaksinasi pemerintah yang telah berjalan. Dalam persiapan pembelajaran tatap muka tersebut guru harus memiliki kemampuan untuk melakukan blended learning atau mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan daring.

“Guru harus bisa memanfaatkan media digital, dan diharapkan dapat membuat konten pembelajaran yang inovatif,” pungkas Zain.

Saat ini Direktorat GTK sedang mengerjakan draft perlindungan guru dan tendik. Harapannya melalui PMA tentang perlindungan guru dan tendik ini, guru-guru di Madrasah dapat mengajar dengan happy, enjoy, bahagia dan jauh dari perundungan. (Raji/Yuyun)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close Search Window