Berita Terbaru|

Direktur GTK Madrasah, M Zain memberikan sambutan

Sukabumi (Kemenag) – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi guru madrasah. Kegiatan yang berlangsung di Kota Sukabumi, 2-4 Juni 2022 ini diikuti 50 guru madrasah perwakilan dari beberapa kabupaten dan kota Sukabumi.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhamad Zain mengatakan, kompetensi abad 21 yang harus dimiliki adalah berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi. “Kreatif, ke depan itu yang dicari. Karena IP saja tidak cukup. Orang-orang kreatif mampu menangkap potensi. Mengamati rambut menghasilakan produk sisir, minyak rambut, dan sampo.” Jelasnya.

“Menantang, merangsang, menyenangkan, manfaat ini akan melahirkan orang orang kreatif,” tambah Zain dalam menjelaskan teknik mengajar yang bisa menghasilkan orang kreatif.

 

 

Pria yang akrab disapa Zain menambahkan bahwa penting bagi seorang guru memiliki second profesi agar bisa menumbuhkan cara berpikir kreatif, inovatif dan mandiri. Rasulullah sendiri adalah seorang pebisnis yang sukses bahkan istri rasulullah siti khodijah merupakan saudagar kaya yang juga merupakan seorang pebisnis. Tuturnya.

Selanjutnya Muhammad Zain menambahkan bahwa hal pentingnya lainnya adalah perlunya perubahan mindset atau perubahan pola pikir. Apalagi diera sekarang yang penuh ketidakpastian.

Kasubbag Tata Usaha, Papay Supriyatna mengatakan pelatihan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan memunculkan ide bisnis yang bisa dikelola di lingkungan madrasah.

“Ekonomi Indonesia ditopang oleh UMKM, dan bisa tumbuh berkembang karena ada jiwa wirausaha. Harapannya guru mampu menghidupkan potensi ekonomi pada lingkup madrasah, syukur-syukur bisa ekspansi ke luar,” kata Papay.

Pelatihan ini disambut positif oleh peserta. Salah satunya adalah Wiwi Hilwiah dari MTs Al-Masthuriyah. Dia merasa bersyukur bisa berada di tengah orang-orang yang hebat dan menginspirasi. “Banyak inspirasi untuk dibawa pulang, bisa membawa perubahan baik di madrasah maupun di tengah lingkungan masyarakat,”ungkapnya. [Raji/Sholla]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close Search Window