Berita Terbaru|


Jakarta (Pendis) – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Program dan Kegiatan PKB Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Angkatan 22 dengan tujuan untuk sinkronisasi dan rekonsiliasi data SIMPATIKA, SIMPEG, SIMDIKLAT dan EMISKementerian Agama Republik Indonesia.

Direktur GTK Madrasah, Muhammad Zain menegaskan bahwa simpatika adalah laman yang sudah teruji dan satu-satunya data yang terupdate, dinamis dan akurat.

“Selama ini data simpatika selalu dipakai untuk penyaluran subsidi upah guru dan bantuan dalam bidang pendidikan lainnya,” ungkap Zain ketika memberikan arahan, Senin (16/08/2021).

Menurut Zain agar dapat tepat sasaran dalam setiap perencanaan dan eksekusi program yang mengacu pada data di SIMPATIKA, setidaknya harus memperhatikan 4 hal, yaitu : Migrasi data, Integrasi data, Kesepakatan data, dan Interpretasi data. Keempat hal tersebut yang berkaitan dengan data di simpatika akan dikonekkan dengan EMIS sebagai big data pendidikan di Kementerian Agama.

Data tersebut, lanjut Zain, bukan hanya berbentuk angka-angka saja, diharapkan mempunyai pengaruh dalam pengambilan kebijakan, baik dari sisi perencanaan maupun dari sisi eksekusi program. “Dengan data yang akurat, kita dapat membaca dengan tepat, menyajikan tepat dan dapat menginterpretasikan dengan benar sehingga menghasilkan suatu kebijakan berdasarkan pembacaan terhadap data yang ada,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit MA/MAK GTK Madrasah M. Sidik Sisdiyanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mempunyai lima tujuan. Pertama, integrasi data mampu meningkatkan kualitas data pendidikan islam secara bersama-sama; Kedua, saling berbagi data untuk menunjang pelaksanaan berbagai program pembangunan pendidikan Islam; Ketiga, menyederhanakan proses transaksi data yang dilakukan sumber data dalam hal ini operator data ditingkat madrasah.

“Yang keempat, menjaga konsistensi data yang dikelola Ditjen Pendis dan terakhir meminimalisir potensi terjadinya duplikasi data,” jelas Sidik.

Sidik menegaskan, target pelaksanaan yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah terwujudnya sinkronisasi data referensi yang disepakati bersama diantara para pengelola data serta terjalinnya kesepakatan pembagian kewenangan transaksi data diantara pengelola sistem informasi.

Menurut Sidik grand design kegiatan kali ini tidak terlepas dari sebuah kerangka besar membentuk masa depan madrasah yang bermartabat. Hal tersebut juga bentuk penegasan bahwa momentum menjelaskan kembali bahwa madrasah yang sekarang sudah dimanage sedemikian rupa, mengikuti tren perkembangan digital, salah satunya dengan melakukan sinkronisasi dan rekonsiliasi data SIMPATIKA, SIMPEG, SIMDIKLAT dan EMISKementerian Agama.

“Selanjutnya, dengan adanya pendanaan dari pinjaman world bank diharapkan dapat menghasilkan madrasah yang lebih baik,” imbuhnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 31 orang peserta yang terdiri dari Tim SIMPATIKA Kementerian Agama Republik Indonesia, berlangsung selama 2 hari pada 16-17 Agustus 2021 di Jakarta. (Khodirin/Yuyun)

Re-upload dari: pendis.kemenag.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close Search Window