Berita Terbaru|

Bogor (Pendis) — Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah menghelat kegiatan bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Madrasah. Peserta kegiatan yang diundang adalah pimpinan asrama atau penanggungjawab madrasah yang memiliki pendidikan berasrama baik MAN IC, MAKN dan MAN PK.
Target atau desain kegiatan Peningkatan Kompetensi dan Kepala Madrasah adalah mereview juknis Dirjen Pendidikan Islam tentang pedoman pelaksanaan madrasah berasrama, kemudian masing-masing satuan madrasah yang mempunyai pendidikan yang berasrama mencoba menterjemahkan ke asrama masing-masing disertai evaluasi atas pelaksanaan kegiatan pendidikan madrasah yang berasrama, ujar Kasubdit MA/MAK ketika memberikan arahan dalam kegiatan tersebut, Kamis (03/03/2022).
Kasubdit MA/MAK menyampaikan bahwa sebetulnya ada problem serius pada pelaksanaan pendidikan Modern. Gerd mayer penulis buku The Accelerate Learning seorang kritikus pendidikan, melakukan kritik terhadap proses pendidikan modern yang justru melakukan dehumanisasi pendidikan, ujarnya.
”Dalam penelitian yang lain tentang Learning revolution oleh Genie Deforce dan Gordon Braydon proses dehumanisai pendidikan memberikan sumbangsih penurusan kecerdasan hingga 40%”.
Salah satu penyakit yang ditimbulkan oleh sistim pendidikan modern pertama adalah, pendidikan model pabrik yang ketika masuk banyak input yang beraneka ragam, akan tetapi keluaran yang dihasilkan adalah seragam saja hasilnya, imbuhnya.
Penyakit yang kedua adalah pendidikan model bank. Para pendidik memperlakukan anak didik seperti celengan, dengan mengisi terus menerus dan tidak tahu kapan mengeluarkan isi dari celengan tersebut.
Menurut Anis, obat dari sistim pendidikan modern ternyata sangat dekat dengan tugas Pembina asrama, yaitu melakukan pendekatan merdeka belajar, mewujudkan pendidikan yang memanusiakan manusia, dari dehumanisasi pendidikan menjadi pendidikan yang humanis. ”Pendidikan berasrama bisa menjadi pelopor pendidikan model pabrik dengan melakukan pendampingan dalam mewujudkan merdeka belajar dengan mengeluarkan segala ide dan gagasan yang dimiliki peserta didik”, tegasnya.
Hal yang terpenting yang selalu disorot oleh pengambil kebijakan pendidikan di Kementerian Agama adalah madrasah-madrasah unggulan figurnya adalah manusia yang unggul dan pintar, tanpa guru pun peserta didik tersebut menjadi manusia yang unggul. Sehingga, tugas kita adalah hanya mengarahkan saja. Dan jika tidak dikontrol akan menjadi berbahaya dengan mengakomodasi pendidikan yang berorientasi ramah bukan marah sehingga peserta didik terhindar menjadi bisa agen pendidikan yang membawa rahmat bagi alam, pungkas Anis.
Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Madrasah Digelar selama 3 (tiga) hari di Bogor, tanggal 3-5 Maret 2022. [N15/DuR3N]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close Search Window