Pos

Pola Pendidikan yang Tepat Bagi Generasi Z dan Generasi Alfa

,

Foto : TfQ Ridlo

oleh : Asep Saepurrohman & Yulia Paranoan (Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Paramadina)

Fenomena kemunculan Generasi Z dan Generasi Alfa menggantikan masa Generasi Y atau lebih dikenal Generasi Milenial terbilang sangat cepat. Saat ini Generasi Milenial yang berada pada usia produktif antara usia 23-37 tahun jumlahnya berkisar 1,8 miliar di seluruh dunia. Secara sederhana roda perekonomian saat ini ada di tangan Generasi Milenial. Indikatornya sederhana, Generasi Milenial berada pada usia produktif dan dapat dilihat juga dari kemunculan tokoh-tokoh yang mempengaruhi dunia mulai dari pendiri Facebook Mark Zuckerberg (34 tahun), Nadiem Makarim CEO Gojek (34 tahun), William Tanuwijaya CEO Tokopedia (37 tahun), Achmad Zaky CEO Bukalapak (32 tahun) dan berbagai kisah sukses Generasi Milenial lainnya.

 

Sedangkan Generasi Z yang lahir antara tahun 1996-2010 sedang mengenyam dunia pendidikan mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi dan sebagian sudah mulai masuk dunia kerja. Artinya dengan kemajuan pesat dunia teknologi seperti sekarang ini, Generasi Z diprediksi menjadi generasi terpelajar dan lebih pintar jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Bahkan diprediksi perbandingan sarjana di Generasi Z adalah 1 banding 2, sedangkan perbandingan sarjana Generasi Milenial 1 banding 3 dan Generasi X 1 banding 4. (tirto.id)

 

Generasi Alfa diisi oleh anak-anak kelahiran 2010 sampai sekarang. Artinya secara rata-rata Generasi Alfa berada di tengah kemajuan teknologi informasi pada saat usia emas (golden age). Maka tidak heran jika Generasi Alfa sudah sejak kecil akrab dengan dunia teknologi dan internet atau dikenal juga sebagai generasi digital native.   Fenomena kemunculan Generasi Z dan Generasi Alfa di tengah kemajuan dunia teknologi informasi perlu disikapi dan mendapat respon khususnya oleh dunia pendidikan. Sebab konsep pendidikan yang diterapkan pada Generasi Milenial diprediksi tidak akan lagi cocok mengingat karakteristik Generasi Z dan Generasi Alfa yang berbeda dengan Generasi Milenial.

 

Pola kepemimpinan di tengah perubahan karakter dari Generasi Milenial ke Generasi Z dan Generasi Alfa menarik untuk dikaji. Jika berkaca pada pengalaman generasi sebelumnya dalam menjalani dunia pendidikan, menempatkan guru sebagai sosok yang perlu dihormati dan semua perintah bahkan hukuman yang diberikan akan diterima dan dianggap sebagai hal yang wajar. Lain halnya dengan Generasi Z dan Generasi Alfa yang dari awal memang memiliki karakter kritis dan berfikir lebih rasional dibandingkan generasi sebelumnya.

 

Karakteristik Generasi Z

Istilah Generasi Alfa pertama kali dikenalkan oleh Mark McCrindle seorang analis sosial dari grup peneliti McCrindle dalam makalahnya yang berjudul Beyond Z : Meet Generaion Alfa. Vickie S. Cook direktur eksekutif The Center For Online Learning, Research & Service (COLRS) mengklasifikasikan paling tidak ada 3 skill yang harus dimiliki oleh generasi abad 21 yaitu technical skill, conceptual skill dan interpersonal skill.

 

Masih menurut Vickie, karakteristik yang dibawa oleh Generasi Z berbeda dengan generasi sebelumnya, dimana silent generation (1927-1945) cukup mendapat value untuk apa yang dikuasai dan dilakukan. Sedangkan Baby Boomers (1946-1964) menginginkan penghargaan yang bisa menunjang masa depannya seperti kenaikan pangkat dan lain sebagainya. Generasi X (1965-1980) cenderung mengharapkan pengakuan dari pihak eksternal tidak hanya pengakuan dari internal tempat kerja. Generasi Milenial (1981-1995) memiliki karakter menghargai nilai kebebasan, fleksibilitas dan auotmasi. Efeknya bisa dilihat dari fleksibiltas waktu kerja, berkerja dari rumah dan peraturan kantor yang tidak kaku dengan konsep interior yang nyaman dan unik.

 

Sedangkan Generasi Z yang hidup di tengah kemajuan teknologi akan menuntut pada penyempurnaan teknologi, serta penyempurnaan berbagai sistem sosial mulai dari pendidikan, kerja dan interaksi sosial. Menurut survei yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) tahun 2017 menunjukan penetrasi internet pada generasi z mencapai 75.5% lebih tinggi dibanding dengan generasi sebelumnya. Dan merujuk pada riset tirto.id pada Juni 2017, rata-rata Generasi Z mengakses 3-5 jam internet per hari (34%) dan 7.3% diantaranya bahkan mengakses internet lebih dari 12 jam per hari.

 

Karakteristik Generasi Alfa

Generasi Alfa yang dilahirkan dari orang tua milenial juga memiliki karakteristik tersendiri. Menurut Novita Tandry seorang prikolog anak dan remaja mengatakan mendidik Generasi Alfa berbeda dengan generasi sebelumnya, dan orang tua perlu beradaptasi. Anak-anak Generasi Alfa yang sudah akrab dengan teknologi bahkan sejak sebelum mereka dilahirkan memicu ketergantungan penggunaan teknologi yang lebih tinggi. Kemajuan teknologi yang secara bersamaan membawa efek negatif dan positif secara bersamaan. Masih menurut Novita, efek negatif ketergantungan teknologi mengakibatkan anak-anak menjadi telat berbicara dan telat berbicara, tidak punya skill keterampilan untuk berinteraksi dengan orang lain, kurang percaya diri dan penghargaan diri.

 

Belum ada kriteria pasti berapa usia yang tepat untuk memberikan gadget kepada anak-anak. Namun jika melihat tindakan Steve Jobs dan Bill Gates yang baru memberikan gadget dan teknologi pada anaknya, maka usia yang tepat memberikan gadget dan teknologi pada anak di usia 14 tahun. Sebab usia 0-14 tahun digunakan untuk mendidik daya juang, tatakrama, moral, kemandirian, emapati, respek, hargadiri dan percaya diri pada anak yang semua nilai ini tidak bisa diberikan oleh teknologi.

 

Pengenalan teknologi kepada anak memang baik dilakukan sejak dini, namun orang tua berperan penting untuk mengarahkan anak menggunakan sisi positif dan membatasi diri dari pengaruh negatif tekologi. Pembatasan usia diperuntukan untuk memberikan kepemilikan penuh seorang anak terhadap teknologi seperti smartphone, laptop dan lain sebagainya. Generasi Alfa memang belum terlihat langsung karakteristik yang dibawa, namun menurut Christine Carter seorang ahli strategi pemasaran memprediksi Generasi Alfa akan berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi dunia. Generasi Alfa yang merupakan anak dari Generasi Milenial merasakan hidup sejahtera sejak kecil. Sehingga walaupun usianya masih belia, Generasi Alfa menghabiskan 18 juta dollar per tahun hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya mulai makan, pakaian sampai teknologi baru yang mereka gunakan.

 

Menemukan Pola Pendidikan yang Tepat

Satu permasalahan yang mungkin tak kunjung usai bagi pendidikan Indonesia adalah desain kurikulum yang berubah-ubah. Saat ini masih mengacu pada kurikulum 2013, itu artinya desain kurikulum dirumuskan 6-7 tahun yang lalu. Tentu hal ini paradoks dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan berpengaruh pada karakteristik dan cara pandang siswa di sekolah/madrasah.

Penyesuaian kurikulum dan pola pembelajaran perlu mengimbangi perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan, praktis dan cepat penting. Penyesuaian ini bisa memperkaya model pembelajaran yang efektif bagi Generasi Z dan Generasi Alfa.

 

Penyesuaian diperlukan pada jenis pelajaran tertentu yang sudah terbantu lewat hadirnya teknologi, misalnya proses perhitungan yang sudah tergantikan oleh kalkulator atau komputer. Pembelajaran lebih banyak difokuskan pada penerapan teori dalam kehidupan sehari-hari. Jika dilihat, kemampuan eksplorasi Generasi Z melalui teknologi sangat tinggi. Sehingga proses pembelajaran harus lebih didominasi pada kontekstualisasi sebuah teori atau materi pelajaran. Contoh lain seperti konten edukatif yang disajikan channel Youtube “sepulang sekolah” dengan konten studi banding. Konten ini menyajikan teori fisika, ekonomi dan disiplin ilmu lain yang terkesan rumit kemudian diolah dan dijelaskan dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Channel edukatif lain yang cocok diikuti seperti “hujan tanda tanya”, “kok bisa”, “sains bro” dan berbagai edukatif lain di Youtube.

 

Pendidikan yang link and match terhadap dunia kerja juga menjadi tujuan sekolah kejuruan. namun faktanya tingkat pengangguran lulusan sekolah kejuruan menjadi tertinggi dibanding dengan lulusan sekolah jenis lain. Kondisi kontradiktif ini menunjukan bahwa pendidikan belum bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja per Februari 2018 tercatat 133,94 juta dan 6,87 juta di antaranya dikategorikan sebagai pengangguran.  Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyumbang 8,92 persen Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) atau tertinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan lainnya. Walaupun angka tersebut turun 2,49 persen dibandingkan dengan Agustus 2017. (tirto.id)

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, Vickie S. Cook memprediksi tiga skill yang harus dimiliki dalam menghadapi tantangan abad 21 yaitu technical skill, conceptual skill dan interpersonal skill. Hal ini perlu disadari dan menjadi pijakan penerapan pola pendidikan Generasi Z dan Generasi alfa. Tentunya agar tidak gagap menghadapi persaingan abad 21.

 

Active learning menjadi model pembelajaran menarik dengan strategi 5M (menanya, mengamati, mencoba, menalar, mengkomunikasi). Karakteristik Generasi Z yang diprediksi memiliki multitasking membutuhkan kesempatan dan media aktualisasi diri.  Termasuk dalam hal pendampingan Generasi Z, menurut penelitian konseling untuk Generasi Z yang disusun Caraka Putra Bhakti dan Nindiya Eka Safitri menunjukan bahwa teknik konseling yang tepat diskusi, FGD, problem solving dan simulation games, serta adanya layanan e-counseling atau cyber counseling. Dan penggunaan media audio visual juga berpengaruh penting pada kelancaran program konseling.

 

Peran Guru di Tengah Generasi Z dan Generasi Alfa

Pendidikan yang ideal dimana guru dapat mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya di dalam lingkungan sekolah. Tantangan menjadi seorang guru bagi Generasi Z dan Generasi Alfa terbilang cukup berat karena guru mempengaruhi keberhasilan sebuah pendidikan dan menjadi contoh bagi anak didiknya. Peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga target pembelajaran dapat tercapai yang fokus pada unit of inquiry, keterampilan soft skill dalam kerja kelompok serta dapat berfikir secara kritis. Unit of Inqury merupakan sebuah proses untuk menyelidiki suatu masalah atau kasus. Sekolah yang menerapkan kurikulum unit of inquiry dengan mudah mengarahkan anak didiknya serta diharapkan dapat menyelesaikan sebuah kasus atau masalah dengan cara pandang yang kreatif. Kemampuan berfikir kreatif diharapakan dapat melihat suatu masalah dari perspective yang berbeda. Konten materi pendidikan di sekolah perlu diimbangi dengan keterampilan soft skill sehingga melahirkan anak didik yang siap untuk menghadapi persaingan di luar sekolah. Soft skill terbagi menjadi dua kategori yaitu intrapersonal dan interpersonal. Intrapersonal skill meliputi self-awareness (kepercayaan diri, kesadaran emosional) dan self-skill (control diri, manajemen waktu). Sementara itu interpersonal meliputi social awareness (kerjasama kelompok, empati, komunikasi, kepemimpinan, manajemen konflik).

Perubahan karakteristik antar generasi juga perlu disikapi terbuka oleh guru. Guru harus mampu menerima perubahan dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sehingga relasi guru dan siswa bisa terjalin dengan baik dan saling melengkapi dan memberi perubahan berarti bagi dunia. Malala Yousafzai pernah berkata “one child, one teacher, one pen and one book can change the world”.

 

BPKP dan Kemenag Tuntaskan Kompilasi Tahap I Data Tunggakan Tunjangan Kinerja Guru Madrasah

Jakarta, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menyelesaikan tahapan verifikasi tunggakan tunjangan kinerja guru madrasah. Konsinyering kompilasi data tunggakan tunjangan kinerja guru madrasah periode November 2015 sampai Desember 2018 dilakukan antara BPKP dan Direktorat GTK Madrasah di Jakarta, (26/4/2019).

Bambang Kardiono Kasubditwas Kesra BPKP, Bambang Kardiono menyampaikan proses kompilasi data dan verifikasi harus dilakukan dengan hati-hati agar membentuk alur berfikit logis dalam penganggaran.

“Pentingnya alur proses keuangan dalam proses kompilasi data tunggakan, sehingga memberikan alur berfikir yang logis dalam laporan kompilasi data. Alur proses keuangan tersebut dimulai secara berjenjang dari kebenaran data tunggakan by name guru madrasah, kebenaran rekap tunggakan tiap madrasah, dan rekap tunggakan pada kabupaten/kota, provinsi, dan nasional”. Jelas Bambang.

Dalam laporan hasil kompilasi data BPKP dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, guru yang telah selesai diverifikasi sebanyak 362.295 guru atau 94,2% dari total usulan verifikasi sebanyak 384.441 guru. Kebutuhan anggaran yang dipersiapkan berdasarkan hasil verifikasi tahap I sebanyak Rp1.679.389.565.565 dan pajak penghasilan yang dibebankan ke negara sebesar Rp136.977.530.209.

Amiruddin Arif selaku auditor BPKP mengatakan data yang masih dalam proeses verifikasi mayoritas dari Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan total 21.447 guru. Namun per 26 April 2019, 4.565 guru atau 21,3% Jawa Barat dan DKI Jakarta telah selesai diverifikasi, sedangkan sisanya ditargetkan selesai pada pertengahan bulan Mei 2019.

“Kami berharap sisanya selesai diverifikasi pada pertengahan bulan Mei 2019, sehingga BPKP dapat menerbitkan laporan kompilasi tahap II yang merupakan laporan akhir dari proses verifikasi data tunggakan tukin guru madrasah,” sambung Amir.

Proses verifikasi data mengalami kemunduran dari jadwal yang ditetapkan. Hal ini menurut pengakuan Amiruddin Arif disebabkan karena tim verifikator membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memeriksa dokumen setiap guru, tiap bulan dan mencocokan dengan data presensi guru.

“Molornya waktu verifikasi data tunggakan tukin guru madrasah dari target waktu yang ditetapkan karena tim verifikator memerlukan waktu yang cukup lama untuk memeriksa dokumen setiap guru pada setiap bulan mulai bulan november 2015 sampai dengan bulan Desember 2019, termasuk mengecek presensi guru”. Jelas Amir.

Direktur GTK Madrasah, Suyitno berharap laporan kompilasi data verifikasi BPKP bisa segera diterima sebagai acuan pengusulan anggaran ke Kementerian Keuangan. “Kami berharap laporan kompilasi dari BPKP bisa segera selasai, sebab itu lah yang bisa dijadikan landasan usulan pada Kemenkeu. Sebab guru-guru sudah menunggu untuk dibayarkan haknya” Kata Suyitno.

Hal senada juga disampaikan Kasubdit Bina GTK MA/MAK, Kastolan bersyukur BPKP telah menyelesaikan kompilasi tahap I data tunggakan tukin guru madrasah.  “Sekarang tinggal proses internal BPKP untuk menerbitkan laporan tersebut secara resmi. Laporan kompilasi tersebut akan menjadi syarat untuk proses usulan perencanaan dan penganggaran di Kementerian Keuangan dan semoga tahun 2019 ini tunggakan tukin guru madrasah bisa dicairkan,” Sambung Kastolan.

sumber : kemenag.go.id

Indra Ariwibowo Sosok Dibalik Kesuksesan MILB YKTM Budi Asih

,

Semarang – Madrasah Ibtidaiyah Luar Biasa (MILB) YKTM Budi Asih meraih prestasi gemilang pada ajang Lomba Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) 2019) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Lomba ini digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah di SLB Negeri Semarang. Rabu (27/2/19)

MILB YKTM Budi Asih memborong 5 piala yang masing-masing diperoleh Decky Maulana Purnomo Juara 2 Literasi Bercerita SDLB tema generasi millennial generasi literasi. Wahyu Dian Artikasari Atmojo Juara 3 Baca Puisi. Ambar Ayu Wismasari Juara 3 Lomba Melukis. M. Fadli Ardiansyah Juara 3 Lomba Lari Putra 80 meter dan Mevika Fajar Kustiono Juara 3 Lomba Menyayi.

Kesuksesan ini tidak lepas dari peran seorang Indra Ariwibowo sebagai kepala madrasah MILB YKTM Budi Asih yang sangat gigih dalam memperjuangkan dan memberikan layanan pendidikan madrasah bagi anak kebutuhan khusus.

Indra yang dinobatkan menjadi salah satu guru inspiratif 2019 oleh Kementerian Agama menegaskan prestasi yang diraih oleh siswa siswinya merupakan wujud dukungan dari semua pihak termasuk dewan guru, dan orang tua murid.

“Terima kasih kami sampaikan kepada segenap guru, pelatih, dan orangtua. Kami bersyukur prestasi luar biasa bisa kita raih, Semoga di tahun depan anak-anak kita bisa meraih juara 1,” tegas Indra

Tanggapan dan harapan yang serupa juga disampaikan oleh para pelatih dan pendamping lomba yang senantiasa mendampingi anak-anak berlatih. Hermawan selaku pelatih lomba menyanyi cukup senang dan bangga karena anak didiknya berani tampil menyanyi di depan panggung dan memotivasi siswa supaya giat berlatih.

Sementara Dwi selaku pendamping lomba melukis sekaligus orang tua dari Ambar Ayu Wismasari.  Dwi berpendapat lukisan Ambar bagus dan tidak kalah dengan lukisan yang juara 1. “Semoga pada kesempatan lain bisa meraih juara 1.” pungkasnya.

18 Guru Madrasah Berhasil Lolos ke Grand Final Anugerah Konstitusi

,

Jakarta – Kementerian Agama umumkan 18 nama yang berhasil lolos menuju tahap grand final Anugerah Konstitusi yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi. Kegiatan Anugerah Konstitusi diperuntukan bagi guru sekolah dan guru madrasah yang memiliki dedikasi tinggi dalam menanamkan nilai-nilai pancasila dan konstitusi pada anak didiknya.

Berikut nama-nama yang berhasil lolos ke grand final Anugerah Konstitusi:

Kategori Guru Madrasah Ibtidaiyah

1 Alpirudiwan / MIN 3 Kota Padang Sumatera Barat
2 Rokhman / MIN 4 Jakarta Selatan DKI Jakarta
3 Khasbi Istanto / MI Ma’arif NU 02 Tangkisan Jawa Tengah
4 Etik Fadhillah Ihsanti / MI Ma’arif Sangon Yogyakarta
5 Kaldah / MI Cokroaminoto 2 Badamita Jawa Tengah
6 Abd. Azis Tatapangarsa / MI Miftahul Abror Jawa Timur

Kategori Guru Madrasah Tsanawiyah
1 Hartoyo Mugiraharjo / MTsN 1 Yogyakarta DI. Yogyakarta
2 Muhammad Yakub Asis / MTs Al-Falah Arungkeke Sulawesi Selatan
3 Anna Tri Rusmiati / MTsN 1 Kota Malang Jawa Timur
4 Sri Aslam / MTs 2 Bukit Tinggi Sumatera Barat
5 Sugeng Riyanto / MTsN 2 Wonogiri Jawa Tengah
6 Hermansyah / MTs Negeri 2 Lombok Barat Nusa Tenggara Barat

Kategori Guru Madrasah Aliyah
1 Baik Nursukyalaili / MAN 1 Mataram Nusa Tenggara Barat
2 Barlian / MAN 3 Barabai Kalimantan Selatan
3 Mulayana Nur / MAN 1 Kota Tasikmalaya Jawa Barat
4 Nurokhmah / MAN 3 Bantul DI. Yogyakarta
5 Saddiah. T / MAN Pangkajene Kepulauan Sulawesi Selatan
6 Saheb / MAN 2 Kota Malang Jawa timur

Berawal dari Mengabdi, Hingga jadi Sosok Guru Berprestasi

,

Dr. H. Darmadi, S.Ag., M.M., MM.Pd., M.Si., lahir di Desa Bandar Agung, Kecamatan Gunung Balak, Kabupaten Lampung Tengah (Sekarang Lampung Timur), Provinsi Lampung, pada tanggal 28 Oktober 1975. Putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Bapak Supardi dan Ibu Siti Aminah ini memulai pendidikannya dari Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Labuhan Maringgai Lampung Timur, selama enam tahun, tamat tahun 1988. Setelah itu melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sriwijaya Labuhan Maringgai Lampung Timur, tamat pada tahun 1991. Kemudian, melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas di Madrasah Aliyah (MA) Sriwijaya Labuhan Maringgai Lampung Timur, tamat pada tahun 1994. Setelah menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah (MA), menjadi tenaga pengajar sukarela di almamaternya (MI Nurul Huda, MTs dan MA Sriwijaya Labuhan Maringgai) selama dua tahun (1994-1996).

Pendidikan Tinggi diawali pada tahun 1996 dengan menempuh pendidikan S1 di IAIN (UIN) Raden Intan Lampung, Fakultas Tarbiyah, Jurusan PAI, dengan tetap menjadi tenaga pengajar sukarela di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam Jatiagung Lampung Selatan, dan sebagian besar biaya adalah beasiswa, selesai pada tahun 2001. Kemudian, karena ketertarikannya pada bidang manajemen, kembali menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Manajemen T.Malahayati, pada Program Studi Manajemen, selesai pada tahun 2004. Selanjutnya, menyelesaikan pendidikan pasca sarjana Strata Dua (S2) pada tiga perguruan tinggi, yaitu: Pertama, Program Pasca Sarjana Universitas Surapati, Program Studi Magister Manajemen, selesai pada tahun 2007, kedua, Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Manajemen IMNI, Program Studi/Konsentrasi Magister Manajemen/ Manajemen Pendidikan, selesai pada tahun 2009, dan ketiga, Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi “YAPPANN”, Program Studi/Konsentrasi Magister Ilmu Administrasi/ Administrasi Pendidikan, selesai pada tahun 2010. Setelah itu, pada tahun 2010 mendapatkan beasiswa Tugas Belajar untuk melanjutkan pendidikan Strata Tiga (S3) Program Doktor Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I, Program Studi/Konsentrasi Ilmu Manajemen/ Manajemen  SDM, selesai pada tahun 2015.

Yang bersangkutan, sehari-hari berprofesi sebagai Guru PNS di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung, DPK pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Terpadu Darul Ulum Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah, NIP. 19751028 200501 1 009, Pangkat/Golongan: Pembina (IV/a), Jabatan: Guru Madya dengan Tugas Tambahan Kepala Sekolah.

Selain mengajar, juga aktif menulis di berbagai media massa. Opini, Resensi Buku dan Artikel lepasnya pernah dimuat di Lampung Post, Senator Lampung, Haluan Lampung, Radar Lampung, Handal, Trans Sumatera, Lampung Ekspres, Haluan Padang, Inilah Koran, Inilah Korancom, Melayu Pos, Banten Pos, Kabar Banten, Koran Madura, Musibanyuasin Pos, Fokus Lampung, Koran Kita, Bhirawa, Malut Post, Harian Jambi, Sinar Matahari, Voting Lampung, Sulut Post, Koran Jakarta, Merah Putih Pos, Global Pos-Pos, Faktual, Lex Specialist, Tabloid Superschool, Jurnal Quantum Edukasi, dll.

Adapun buku yang telah ditulis dan diterbitkan selama dua tahun terakhir (2007-2018):

  1. Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa (Deepublish, Yogyakarta, 2017)
  2. Rekonstruksi Peradaban Islam (Anugrah Utama Raharja, Bandar Lampung, 2017), Episentrum Pendidikan Seks Bagi Anak Dalam Panorama Islam (Anugrah Utama Raharja, Bandar Lampung, 2017)
  3. Simponi Pendidikan Akhlak Remaja Dalam Denting Dawai Modernisasi (Anugrah Utama Raharja, Bandar Lampung, 2017)
  4. Integrasi Agama dan Ilmu Pengetahuan (Diandra Kreatif, Yogyakarta, 2017)
  5. Hidup Sehat Dengan Terapi Air Wudhu (Diandra Kreatif, Yogyakarta, 2017)
  6. Pendidikan Islam Dalam Paradigma Emotional Spiritual Quotient (Pustaka Ali Imron, Bandar Lampung, 2017)
  7. Ada Apa Dengan Bunga Bank? “Menelisik Metode Ijtihad Fiqih Kontemporer NU dan Muhammadiyah Dalam Merespon Persoalan Bunga Bank” (Anugrah Utama Raharja, Bandar Lampung, 2017)
  8. Manajemen Sumber Daya Manusia Kekepalasekolahan “Melejitkan Produktivitas Kerja Kepala Sekolah dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi” (Deepublish, Yogyakarta, 2017)
  9. Simponi Pendidikan Akhlak Remaja Dalam Denting Dawai Modernisasi (Hanum Publisher, Grobogan, 2017)
  10. Strategi Kepala Sekolah Melejitkan Mutu Pendidikan (Pusaka Media, Bandar Lampung, 2017)
  11. Media Pembelajaran Pai Berbasis Pendekatan Saintifik (Pusaka Media, Bandar Lampung, 2017)
  12. Guru Dan Implementasi Pembelajaran Tuntas (Pusaka Media, Bandar Lampung, 2017)
  13. Manajemen Sumber Daya Manusia Kekepalasekolahan: “Melejitkan Produktivitas Kerja Kepala Sekolah dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi” (Pustakapedia, 2017)
  14. Menyemai Benih Karakter dari Pojok-Pojok Sekolah (AE Publishing, Malang, 2017)
  15. Keluarga Sebagai School of Love (Ahsyara Media Indonesia, Kendal, 2018)
  16. Guru Jembatan Revolusi (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  17. Aborsi Pendidikan (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  18. Mendidik Adalah Cinta “Menjelajah Pendidikan Ramah Anak di Rumah dan Sekolah” (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  19. The Smiling Teacher: Tips Efektif Menjadi Guru Senang dan Menyenangkan (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  20. Good Teacher: Menjelajah Kepribadian dan Keteladanan Guru Dalam Mengukir Akhlak Siswa Melalui Pendidikan Karakter (Guepedia.com,Bogor, 2018)
  21. Pendidikan Spiritual Anak Usia Dini Dalam Cakrawala Pendidikan Islam (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  22. Mengembangkan Paradigma Baru Kinerja Guru (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  23. Guru Abad 21 “Perilaku dan Pesona Pribadi” (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  24. Optimalisasi Strategi Pembelajaran: Inovasi Tiada Henti Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  25. The Amazing Shalat: Mengungkap Nilai-Nilai Shalat Lima Waktu Dalam Perspektif Pendidikan Islam (Aura Publishing, Bandar Lampung, 2018)
  26. Membaca Yuuk..! “Strategi Menumbuhkan Minat Baca pada Anak Sejak Usia Dini” (Guepedia.com, Bogor, 2018)
  27. Pluralisme Agama dan Rekontruksi Peradaban Islam dalam Rancang Bangun Pendidikan Islam (Jendela Sastra Indonesia, 2018).
  28. Konservasi SDM Dalam Ekosistem Pendidikan Islam (Jendela Sastra Indonesia, 2018)
  29. Mahalnya Sekolah Murah (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  30. Kurikulum dan Prakmatisme Pendidikan (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  31. Model-Model Pembelajaran Inovatif (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  32. Menyemai Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  33. Menyemai Benih MBS (Kekata Publisher, Surakarta, 2018)
  34. Sekolah itu Indah (Guepedia.com, Bogor, 2018).
  35. Dan beberapa naskah buku yang sedang naik cetak di berbagai penerbit.

Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, juga aktif sebagai pengurus organisasi profesi, keagamaan dan sosial, antara lain sebagai pengurus: PGRI Kabupaten Lampung Tengah, Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Lampung Tengah, Gerakan Pramuka Kwarcab Lampung Tengah, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Lampung Tengah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lampung Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Tengah, Dewan Masjid Indonesia (MDI) Kabupaten Lampung Tengah, Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Kabupaten Lampung Tengah, PC Nahdlatul Ulama Lampung Tengah, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Lampung Tengah, Tim Pengembang Kurikulum Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Forum Komunikasi Madrasah (Forkomad) Kabupaten Lampung Tengah, dll. Di samping itu, juga sering diundang menjadi peserta/pembicara/pemateri/ instruktur di berbagai kegiatan ilmiah, baik lokal maupun nasional.

Prestasi Akademik dan Penghargaan yang pernah diperoleh sebagai seorang pendidikan, selama 3 (tiga) tahun terakhir, adalah:

1) Juara I Kompetisi Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Berprestasi Tingkat Kabupaten Lampung Tengah tahun 2015,

2) Juara I Kompetisi Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung tahun 2015,

3) Juara Harapan II Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2015,

4) Juara III Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2016,

5) Penghargaan Guru Berbakat dan Berprestasi Tahun 2016 Tingkat Provinsi Lampung, dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung,

6) Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presisde Republik Indonesia pada Tahun 2015,

7) Anugerah ”Nugra Jasadarma Pustaloka Tahun 2017” dari Perpustakaan Nasional RI kategori Buku (Pustaka) Terbaik Bidang Kesehatan Masyarakat, dengan judul buku ”Hidup Sehat dengan Terapi Air Wudhu”,

8) Juara I (Pertama) Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2017,