Pojok GTK|

Bogor (Pendis) — Program Beasiswa Strata-2 (S2) bagi guru madrasah yang digulirkan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama sangatlah penting, karena dapat meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas. Selain itu, dengan program ini guru dan tenaga kependidikan dapat mekembangkan banyak hal, semisal dengan berbagi pengalaman melalui best practice antara guru dan dosen. Demikian disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain, dalam Kegiatan Rapat Koordinasi Program Beasiswa S-2 Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah di Bogor, Jumat (25/02).


“Program Beasiswa S2 bagi GTK Madrasah dapat memberikan dampak perubahan positif dalam strategi pembelajaran bagi peningkatan kompetensi guru madrasah secara berkualitas dan komprehensip, dibandingkan hanya mengikuti workshop, bimtek yang masih belum memberikan perubahan besar dalam kompetensi guru madrasah,” terang Zain.

Dikatakan Zain bahwa, program ini merupakan salah satu bentuk  Appreciative Inquiry  yakni mentransformasikan kapasitas sistem manusia untuk perubahan yang positif dengan menfokuskan pada pengalaman, kekuatan dan harapan-harapan di masa depan. Dalam konteks pendidikan dan pelatihan SDM,  Appreciative Inquiry antara lain digunakan untuk penggerak perubahan budaya, pengambangan diri, coaching dan monitoring.

“Melihat pentingnya program ini, ke depan perlu penambahan kouta dan perluasan mitra perguruan tinggi agar kesempatan akses bagi guru madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan menjadi lebih luas,” ujarnya. 

Anak didik saat ini, lanjut Zain, sudah mengalami transformasi pengetahuan yang sangat maju dengan adanya akses internet yang sangat terbuka, oleh karenanya penting bagi guru madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikannya baik dalah hal akademik, best practice dan akses dalam mengelola informasi di internet agar tidak sampai terdisrupsi.

Menurut Zain, jika guru madrasah malanjutkan pendidikan ke jenjang strata-2, maka diharapkan sudah bisa melakukan analisis-analisis yang lebih mendalam dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Apabila guru madrasah masih jenjang strata 1, itu baru masuk pada kategori yang diistilahkan dengan “ath-Tholib Yata’allam adalah seorang mahasiswa yang baru belajar makanya namanya skripsi, baru dalam tahap mengutip pikiran, sedangkan jenjang Strata-2 “al-Alim minat Tahaqqaq” yang dinamakan tesis karena sudah pada tahap critical analysis, sudah dapat melakukan analisis, memilah dan memilih pendapat, sedangkan jenjang Strata-3 “al-Alim Yajtahid” adalah desirtasi yakni pada tahap mengurai pendapat yang sangat baru atau ingin menjustifikasi meneguhkan/menolak pendapat,” jelas Zain.

Kasubdit Bina GTK RA selaku leading sector pelaksanaan program bantuan Strata-2 bagi Guru Madrasah dan Calon Pengawas, menambahkan bahwa kegiatan ini, adalah dalam rangka melakukan evaluasi terhdap pelaksanaan program, dengan menghadirkan 10 Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) untuk memaparkan progress yang sudah dilakukan. 

Dari data evaluasi yang ada, mahasiswa peserta program S2 guru madrasah, memiliki IPK rata-rata 3, 7 dan posisi sudah sidang proposal tesis, sehingga diharapkan pada semester 4 (terakhir) Juli 2021 akan terselesaikan tesis sesuai target bantuan beasiswanya selama 4 semester,” pungkas Sakdiyah. (Roji/My)

Re-upload dari : pendis.kemenag.go.id | MAR (-) | Kategori: Kegiatan GTK Madrasah | Tanggal: 26-02-2021 19:01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close Search Window