Berita Terbaru|

Jakarta (Kemenag) – Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain, menyampaikan bahwa pandemi Covid 19 yang melanda dunia saat ini telah mengguncang tatanan politik, pertumbuhan ekonomi, dunia pendidikan dan bahkan tradisi keagamaan.

Sekarang yang sangat dirasakan dampak yang paling nyata, terutama dalam hal pendidikan adalah learning loss. Menurut pria yang akrab disapa Zain.

Menurutnya, Learning Loss merupakan suatu keadaan peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya. Meskipun sudah diberlakukan kurikulum darurat dengan Pembelajaran Jarak Jauh melalui daring.

Hal ini mengakibatkan aktivitas pendidikan pada semua level hampir-hampir terhenti. Setidaknya mengalami stagnasi.

Agar PJJ lebih optimal, perlu adanya dukungan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, salah satunya dengan memberikan bantuan kouta atau paket internet bagi guru madrasah, sehingga membantu dalam memberikan pembalajaran kepada peserta didik secara efektif. Menurut Muhammad Ali Ramdhani selaku Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Selain itu juga berharap bantuan ini juga dapat meringankan ekonomi guru madrasah di tengah pandemi Covid-19. “Kami tidak ingin pembelajaran jarak jauh memotong jatah belanja dapur para peserta didik dan pengajar,” jelas Ramdhani di Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

Untuk itu, kata Dhani, bantuan kuota internet ini telah beberapa kali dicairkan selama masa pandemi. Untuk guru paket data atau kouta yang diterima adalah 12 GB yang dikirimkan langsung ke ponsel masing-masing.

Direktur GTK Madrasah menambahkan dengan bantuan kouta ini guru madrasah selain bisa memanfaatkannya untuk pembelajaran, juga pembuatan serta mereka dapat mengakses konten-konten yang kreatif dan inovatif. Sehingga materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik tidak monoton yang bisa berakibat pada kejenuhan. (Raji/GTK)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close Search Window